#mui#pinjol

Alasan MUI Beri Fatwa Haram Pinjaman Online

( kata)
Alasan MUI Beri Fatwa Haram Pinjaman Online
Ilustrasi. Dok. MI


Jakarta (Lampost.co) -- Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengusulkan agar pinjaman online (pinjol) dihapus. Musababnya, pinjol ini dalam praktiknya melanggar syariat sehingga hukumnya haram.

 

Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat Dr. KH. Fuad Thohari menjelaskan, syariat yang dilanggar adalah adanya bunga atau penambahan pembayaran bagi yang berutang. Bunga dalam Islam sendiri riba dan hukumnya haram.

“Namanya bunga tambahan yang dipersyaratkan ketika berutang itu hukumnya haram. Dan larangan riba itu sangat keras berlaku bagi siapa saja,” jelas Fuad dikutip dari Medcom, Kamis, 2 September 2021.

Selain riba, berikut alasan pinjol hukumnya haram sehingga harus dihapus.

1. Tidak ada semangat menolong

Fuad menjelaskan, tren pinjol sekarang ini tidak ada semangat untuk menolong. Kini, penyedia pinjol itu berniat mencari keuntungan dari peminjam.

“Semangatnya nyari untung dengan meminta tambahan ketika membayar utang tentu ini memberatkan yang meminjam,” terangnya.

2. Banyak mudarat

Karena tidak ada niat untuk menolong dan justru mencekik peminjam pinjol menjadi banyak mudarat atau merugikan. Atas dasar itu, Fuad menyebut mestinya pemerintah menghapus pinjol mulai dari akar rumput.

“Sebaiknya, karena banyak mudarat banyak merugikan, mencekik dihapus saja dilarang,” ucapnya.

“Harus segera OJK (Otoritas Jasa Keuangan), BI, kemudian Polri mereka duduk satu meja membuat regulasi terkait pelarangan pinjol dari akar rumput sampai ke atas-atasnya,” sambungnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Hasanuddin AF mengusulkan agar praktik pinjol dilarang. Hal ini karena banyak nasabah yang dirugikan usai mengambil pinjol. Banyak yang tercekik karena beban bunga dibebankan perlahan.

"Pinjol itu merugikan pihak peminjam. Banyak mudaratnya. Harus dilarang itu. Islam mengajarkan bahwa tak boleh merugikan salah satu pihak dalam suatu perjanjiannya," kata Hasanuddin beberapa waktu lalu.

Tercatat, saat ini pinjol yang terdaftar di OJK sebanyak 116. Sebanyak 73 di antaranya sudah mengantongi izin.

Winarko







Berita Terkait



Komentar