#kapaltenggelam#ABKHilang

Alasan Keluarga ABK Gugat Perusahaan Pemilik KM EMJ 7

( kata)
Alasan Keluarga ABK Gugat Perusahaan Pemilik KM EMJ 7
Pencarian Basarnas terhadap KM EMJ 7 yang dinyatakan hilang kontak. Dok Basarnas


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sidang perdana gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) dengan tergugat
 PT Sutioso Bersaudara, pemilik Kapal Motor (KM) EMJ 7, akan digelar di PN Kelas IA Tanjungkarang pada 20 April 2022.

Gugatan tersebut didaftarkan ke PN Tanjungkarang dengan nomor perkara 56/Pdt.G/2022/PN Tjk pada 17 Maret 2022.

Baca juga: 8 ABK KM EMJ 7 yang Hilang Asal Bandar Lampung

Penggugat PT Sutioso yakni Cecep Yandi, orang tua Anak Buah Kapal (ABK) KM EMJ, yang bernama Andri Darmawan, dan Arif Aprianto orang tua ABK bernama Wahyu Darma Wijaya. Adapun tergugat yakni Direktur dan Kepala Cabang PT Sutioso Bersaudara.

Gugatan kerugian materi yang diajukan yakni Rp103,2 juta, sedangkan gugatan materi Rp8 miliar. Selain gugatan materil dan imateril, penggugat juga meminta PT Sutioso mencari keberadaan anak para penggugat (ABK).

Kuasa hukum penggugat, Irwan Apriyanto memaparkan alasan keluarga korban mengajukan gugatan. Padahal 18 ABK lainnya tidak mengajukan gugatan

Menurutnya, perusahaan mengklaim akan memberikan bantuan namun dengan sejumlah syarat yang merugikan keluarga. Di antaranya keluarga ABK diminta membuat surat keterangan kematian terkait hilangnya Kapal KM EMJ 7  beserta awak pada 12 Agustus 2021. Lalu oleh perusahaan didaftarkan ke BPJS ketenagakerjaan wilayah Lombok Timur pada 18 Agustus 2021. Padahal, ABK merupakan warga Bandar Lampung.

Kemudian, keluarga ABK diminta mengurus surat keterangan kematian yang dibuat pada 24 Agustus 2021, agar terbit akte kematian dari Dukcapil Kota Bandar Lampung.

"Kelurga ABK khususnya klien kami, menolak karena hal ini jika dilakukan berarti klien kami melakukan perbuatan melawan hukum, dimana akte kematian itu isinya tidak sesuai dengan kenyataan. Sebab belum ada satu pun intansi yang berwenang seperti Basarnas menyatakan telah menemukan jasad para ABK KM EMJ Tujuh Itu yang hilang tersebut," kata Irwan, Kamis, 14 April 2022.

Irwan menambahkan, kliennya juga diminta membuat surat pernyataan yang drafnya telah ditentukan oleh perusahaan. Isinya adalah keluarga ABK bersedia untuk melakukan pengajuan klaim asuransi sebagai hak ABK dan ahli waris dengan mengikuti semuah ketentuan dan persyaratan sesuai persyaratan yang telah ditentukan oleh pihak BPJS .

Jika keluarga ABK membuat surat pernyataan tersebut, maka dapat dinyatakan kliennya yang memalsukan keterangan dalam akte kematian tersebut. Terkait hal itu pihak ahli waris ABK dianggap sangat dirugikan.

"Jika tidak membuat surat pernyataan ini klien kami tidak akan menerima gaji anak-anaknya, dan tidak akan terima santunan apa pun juga," katanya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar