#penembakan#kartel

Aktris Meksiko Ditembak Mati Saat Jemput Anak, Dulu Pernah Diculik

( kata)
Aktris Meksiko Ditembak Mati Saat Jemput Anak, Dulu Pernah Diculik
Aktris Meksiko, Tania Mendoza ditembak mati saat jemput anaknya dari akademi sepak bola./BBC-Instagram


Mexico City (Lampost.co) --- Seorang aktris dan penyanyi Meksiko ditembak mati saat menjemput anaknya dari akademi sepak bola. Insiden ini terjadi di negara bagian Morelos.

 

Tania Mendoza berada di luar kompleks olahraga di kota Cuernavaca bersama orang tua lainnya. Di saat yang sama, dua pria bersenjata tiba-tiba datang dengan sepeda motor.

Salah satu dari mereka menembaknya beberapa kali sebelum melarikan diri. Dari data resmi, setidaknya 10 perempuan tewas dibunuh setiap hari tahun lalu di Meksiko.

Kelompok hak asasi manusia Amnesty International mengatakan, sekitar sepertiga dari korban adalah kasus femisida, atau pembunuhan yang disengaja terhadap perempuan karena jenis kelamin mereka.

"Pembunuhan ini menjadi epidemi yang mengejutkan," tutur Amnesty International, dilansir dari BBC, Jumat, 17 Desember 2021.

Mendoza (42), menjadi terkenal pada 2005 setelah peran utama dalam film La Mera Reyna del Sur. Dia juga muncul di sejumlah sinetron tetapi dalam beberapa tahun terakhir didedikasikan untuk karirnya sebagai penyanyi, dan merekam lima album.

Pada 2010, dia diculik bersama suami dan putranya, yang berusia enam bulan, dari bisnis cuci mobil pasangan itu. Sejak itu, dia telah melaporkan beberapa ancaman pembunuhan ke Kantor Kejaksaan Agung Negara Bagian Morelos.

Belum jelas siapa yang berada di balik pembunuhan Mendoza, atau kemungkinan motif lainnya. Setelah penembakan, polisi melakukan operasi untuk mencari tersangka, tetapi tidak ada yang ditangkap.

Kantor Kejaksaan Agung mengatakan kepada kantor berita Efe bahwa kasus tersebut akan diselidiki sebagai pembunuhan perempuan, meskipun tidak ada rincian yang diberikan.

Meksiko telah lama berkutat dengan tingkat kejahatan tinggi. Banyak kekerasan terkait dengan kartel narkoba.

Femisida semakin menjadi perhatian, tetapi meskipun ada gerakan yang berkembang untuk meningkatkan kesadaran akan masalah ini, pihak berwenang tidak dapat menghentikan peningkatan pembunuhan.

Menurut Amnesty, kasus jarang diselidiki, dan sebagian besar pelaku tetap tidak dihukum.

Winarko







Berita Terkait



Komentar