#beritalampung#beritadaerah#lampung#kalianda#gunung#GAK

Aktivitas Terkini Gunung Anak Krakatau, 4 Kali Meletus Disertai Semburan Abu Vulkanik

( kata)
Aktivitas Terkini Gunung Anak Krakatau, 4 Kali Meletus Disertai Semburan Abu Vulkanik
Ilustrasi. (Dok. Lampost.co)

KALIANDA (Lampost.co) -- Aktivitas Gunung Anak Krakatau sepanjang hari mengalami empat kali letusan disertai dengan semburan abu vulkanik warna hitam mencapai ketinggian 200 meter. 

Berdasarkan laporan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dari pos pengamatan GAK 1X24 jam, Kamis 26 September 2019, teramati empat kali letusan dengan amplitudo 1 mm, durasi 9-12 detik. 

Fenomena semburan abu vulkanik GAK mencapai ratusan meter sudah terjadi sejak tiga hari berturut-turut dengan jumlahnya letusan fluktuatif tanpa terdengar suara dentuman. 

"Aktivitas sembhran Krakatau setiap hari, tapi jumlah letusannya variasi," ujar Suwarno petugas Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Jumat 27 September 2019. 

Terjadinya semburan abu vulkanik di gunung Anak krakatau, akibat campuran material beserta air, kemudian di dorong oleh gas dengan energi yang kuat. 

"Ini aktivitas semua gunung berapi yang aktif," ujarnya 

Secara visual diamati melalui CCTV , aktivitas semburan abu vulkanik gunung api yang memiliki ketinggian 157 Mdpl terlihat jelas berwarna kelabu dan hitam dengan ketinggian kisaran 150-200 meter. 

"Kalau diamati langsung tidak terlihat, hanya terpantau di kamera CCTV yang terpasang di GAK," katanya. 

Kurun waktu sepekan terakhir, peningkatan aktivitas GAK menyemburkan abu vulkanik mencapai ketinggian 300 meter terjadi Rabu (18/9/2019) kemarin. 

"Hari Rabu pekan lalu paling tinggi dan sejak saat itu, teramati GAK selalu mengeluarkan asap putih dan abu vulkanik," ujar dia. 

Meskipun abu vulkanik kerap teramati, masyarakat tidak perlu khawatir, sebabb status GAK masih berada di level II atau waspada, masyarakat dan wisatawan dilarang mendekat kawah gunung berapi itu radius 2 Km. 

"Status GAK masih berada di level II atau waspada," ujarnya.

Perdhana Wibisono



Berita Terkait



Komentar