#proyek#pembangunan#beritalampung

Aktivitas Renovasi Gedung Kantor BPP Bandar Lampung Terhenti

( kata)
Aktivitas Renovasi Gedung Kantor BPP Bandar Lampung Terhenti
Terlihat hening tanpa aktivitas pembangunan pada gedung kantor BPP di Jalan Pramuka, Bandar Lampung, Selasa, 20 Agustus 2019. Lampost.co/Deta Citrawan

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sudah sekitar satu minggu atau sepekan, proses pengerjaan renovasi gedung kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kota Bandar Lampung yang berada di Jalan Pramuka, Kemiling, Bandar Lampung, terhenti.

Diduga kuat terhentinya pembangunan atap baja ringan yang merupakan bagian dari renovasi kantor BPP bermasalah.

Ditemui di lokasi proyek, Tarmin warga setempat mengungkapkan sudah sepekan pekerja pembangunan atap baja ringan sudah berhenti melakukan aktivitas. “Iya, sudah seminggu, tepatnya setelah masuk berita yang mengulas rangka atapnya bermasalah,” ujarnya, Selasa, 20 Agustus 2019.

Disinggung kapan akan dilanjutkan pekerjaan tersebut, Tarmin mengaku tidak tahu. Hanya saja menurut dia, Senin, 19 Agustus 2019 lalu perwakilan sub kontraktor atap baja ringan sempat datang. “Saya sempat tanyakan kapan mulai lagi, perwakilan sub kontraktor tersebut mengaku tidak tahu,” lanjutnya.

Hal senada juga dikatakan oleh salah seorang pekerja bangunan yang berada di lokasi. Menurutnya, pemberhentian proses pekerjaan atap baja ringan itu tidak sesuai, sehingga prosesnya terhenti. “Katanya rangka atap baja ringannya bermasalah. Tidak sesuai spesifikasi. Sudah berhenti itu sejak seminggu lalu,” kata salah seorang pekerja bangunan yang tidak ingin disebutkan namanya.

Lanjutnya, akibat terhenti aktivitas pembangunan atap baja ringan itu pihaknya mengaku terhambat dalam bekerja. “Harusnya sudah ngecat, itu dindingnya sudah diamplas. Tapi bagaimana mau dicat kalau atap saja belum selesai,” ungkapnya.

Berita terkait:

Telan Anggaran Hampir Setengah Miliar, Renovasi Kantor BPP Bandar Lampung Jadi Sorotan

Sementara itu, berdasarkan sumber informasi Lampung Post. Untuk kegiatan renovasi sebuah atap bangunan kanal C, haruslah memakai rangka baja berukuran 0,60 sampai 0,65. "Kalau untuk rangka atap pakai rangka baja ukuran 0,75 banci ya jelek. Kecuali itu 0,75 nya full. Apalagi ukurannya 1 inci, untuk bangunan ya baguslah sesuai," jelasnya.

Sedangkan, pada bangunan kantor BPP yang tengah dilakukan renovasi tersebut diketahui menggunakan rangka baja ukuran 0,75 banci untuk atap kanal C. Dan 0,45 banci untuk reng.

Deta Citrawan

Berita Terkait

Komentar