#reklamasi

Aktivitas Reklamasi Pantai Dusun Panubaan Lengang Usai Disegel

( kata)
Aktivitas Reklamasi Pantai Dusun Panubaan Lengang Usai Disegel
Kegiatan reklamasi pantai oleh PT Tri Patria Bahuga grup PT PT Dataran Bahuga Permai di desa Bakauheni, kecamatan Bakauheni Lamsel tanpa aktivitas paska ditutup lantaran belum berizin, Minggu, 17 Mei 2020. Aan kridolaksono.

Kalianda (Lampost.co) --  Sejak Tim Terpadu Penertiban dan Pengawasan Perizinan Lampung Selatan menutup sementara  PT Tri Patria Bahuga (grup PT Dataran Bahuga Permai) di  Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, pada Kamis, 14 Mei 2020 lalu, lokasi kegiatan reklamasi pantai di Dusun Panubaan tersebut lengang.

Pantauan Lampost.co, Minggu sore,  17 Mei 2020, di lokasi kegiatan reklamasi pantai di desa Bakauheni,  terdapat beberapa alat berat seperti eksavator di tengah hamparan lahan yang sedang dalam tahap land clearing. 

Lokasi di hamparan pantai yang berada di antara bukit batu tersebut juga terlihat beberapa armada kapal motor penumpang (KMP)  lintas Bakauheni-Merak yang sedang lepas jangkar menunggu jadwal pelayanan.

Disisi lain, terpampang dua baliho warna merah dengan tulisan "Ditutup sementara Tim Penertipan dan Pengawasan DPMPPTSP kabupaten Lampung Selatan" di lokasi penyegelan.

Menurut warga setempat, Teguh,  kegiatan reklamasi yang berada di pantai Dusun Panubaan desa  tersebut berhenti sejak dipasangi baliho oleh petugas dari Kabupaten Lampung Selatan empat hari lalu.

Ia mengaku, warga sekitar kurang mengetahui pasti rencana kegiatan reklamasi pantai yang diapit perbukitan batu itu. Lokasi itu memang  dekat dengan wisata Tanjung Tua yang dikelola kelompok sadar wisata (Pokdawis)  desa Bakauheni.

"Katanya mau buat dermaga dan ada juga yang bilang mau untuk pabrik batu,  karena memang berdekatan dengan kawasan perbukitan batu," kata dia.

Ditemui terpisah,  humas PT ASDP cabang Bakauheni Saifulahil Maslul Harahap menduga kegiatan reklamasi pantai yang ditutup sementara oleh Pemkab Lampung Selatan itu berada di dusun Panubaan berjarak kurang lebih 1 kilometer dari PT ASDP cabang Bakauheni.

"Kalau melihat posisi reklamasi pantai dengan ASDP ya cukup jauh.  Ada 1km jaraknya, " kata Saiful.

Diketahui Proyek pengembangan kawasan pariwisata terpadu ini diinisiasi oleh tiga BUMN yakni PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Coporation (ITDC),  PT Hutama Karya (Persero) dan Pemerintah Provinsi Lampung.

Mega proyek yang akan dibangun di atas lahan seluas 251,05 hektare telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Lampung, PT ASDP, PT Hutama Karya (Persero), dan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia/ ITDC pada 19 Oktober 2019, dan akan dibentuk Perusahaan Bersama (Joint Venture).

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar