#pelabuhan#asdp#angkutanpenyeberangan

Aktivitas Penyeberangan Pelabuhan Bakauheni Sepi Penumpang

( kata)
Aktivitas Penyeberangan Pelabuhan Bakauheni Sepi Penumpang
Arus penyeberangan masih didominasi armada truk angkutan barang maupun logistik. Lampost.co/Aan Kridolaksono

Kalianda (Lampost.co): Aktivitas di Pelabuhan Bakauheni mulai menggeliat kembali memasuki masa adaptasi new normal atau kenormalan baru.

PT ASDP cabang Bakauheni kembali menambah jumlah dermaga sandar dan armada kapal yang beroperasi melayani pengguna jasa lintas Pelabuhan Bakauheni-Merak. Begitu juga angkutan bus dan travel kembali aktif di pintu gerbang Pulau Sumatera tersebut.

Pantauan Lampost.co, Senin, 8 Juni 2020, bus dan travel mulai beroperasi kembali di Pelabuhan Bakauheni. Meski jumlah dermaga dan armada kapal yang beroperasi ditambah, angkutan penyeberangan di pelabuhan masih sepi. Loket tiket penumpang pejalan kaki di dermaga eksekutif maupun dermaga reguler juga nampak lengang. Arus penyeberangan masih didominasi armada truk angkutan barang maupun logistik.

Ketua Organda khusus Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Ivan, mengatakan mobilitas masyarakat kembali berjalan dan angkutan darat kembali beroperasi. Menghadapi tatanan kehidupan baru ini, Organda akan mengikuti kebijakan dari pemerintah tentang penerapan protokol kesehatan.   

"Kami akan terapkan kewajiban penumpang dan awak bus/travel menggunakan masker, menyediakan alat atau tempat cuci tangan di dalam bus, dan membatasi jumlah penumpang hanya 50 persen dari kapasitas yang ada," tandasnya. 

Humas PT ASDP cabang Bakauheni, Saifulahil Maslul Harahap, mengatakan kembali menambah jumlah armada kapal dari 8 unit saat larangan mudik menjadi rata rata 22 kapal per hari.

"Sedangkan dermaga yang beroperasi kembali seperti semula saat belum ada larangan mudik yakni 6 dermaga dari sebelumnya hanya 3 dermaga yang kami operasikan saat ada larangan mudik kemarin," kata dia kepada Lampost.co, Senin, 8 Juni 2020.

Meski telah memasuki masa kenormalan baru, ujar Saiful, ASDP tetap mengutamakan aspek kesehatan namun tanpa mengesampingkan aspek ekonomi. Diharapkan kedua aspek tersebut bisa berjalan beriringan di tengah pandemi Covid-19.

"Seperti yang disampaikan Dirut, ASDP menargetkan layanan penyeberangan berjalan normal, lancar, aman, dan nyaman dengan didukung kesadaran penuh seluruh stakeholder, terutama pengguna jasa dengan menerapkan protokol kesehatan pada masa kenormalan baru," kata Saiful. 

Sebelumnya Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi menegaskan agar pengguna jasa tetap produktif dan aman dari Covid-19. ASDP menerapkan protokol preventif yang dimulai dari penyemprotan desinfektan, pemeriksaan suhu tubuh, pengaturan physical distancing (jaga jarak fisik) pada kendaraan dan penumpang saat masuk keluar maupun berada di kapal,dan wajib menggunakan masker bagi pengguna jasa maupun petugas saat berada di pelabuhan maupun di kapal.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar