#Covid-19lampung#beritalampung

Aktivitas Pelabuhan Bakauheni Diawasi Ketat

( kata)
Aktivitas Pelabuhan Bakauheni Diawasi Ketat
Suasana di Pelabuhan Bakauheni. Lampost.co/Aan


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung memperketat pengawasan di simpul tranportasi.

"Kami berkoordinasi bersama polisi, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja di Pelabuhan Bakauheni sebagai salah satu simpul utama aktivitas masyarakat," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, saat dihubungi, Minggu, 11 Juli 2021. 

Penyekatan di Pelabuhan Bakauheni itu guna mengurangi mobilitas perjalanan darat dan laut selama penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

"Pengetatan untuk mengurangi mobilitas masyarakat yang dilakukan dengan skema dua arah, yakni menuju Sumatra disekat di Pelabuhan Merak dan menuju Jawa disekat di Pelabuhan Bakauheni," jelasnya. 

Dalam penyekatan tersebut bagi masyarakat yang tidak membawa dokumen yang dipersyaratkan, akan diminta untuk putar balik. Sebab, hal tersebut sebagai upaya tak ada penularan Covid-19 antarpulau.

"Dokumen persyaratan seperti surat vaksin covid-19, surat bebas covid-19 melalui tes cepat antigen atau tes usap semua harus dibawa bila tidak maka kami minta putar balik," katanya.

Kendati demikian, tidak semua pelaku perjalanan yang memiliki persyaratan lengkap diperbolehkan melakukan perjalanan. Sebab, hal itu hanya berlaku bagi warga yang memiliki kebutuhan mendesak.

"Apalagi Bandar Lampung menjadi daerah luar Jawa yang masuk dalam penerapan PPKM darurat. Untuk itu dengan penyekatan ini dapat membantu mengurangi penyebaran di Lampung dan Bandar Lampung," tegasnya.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar