#lampung#kalianda#gunung

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Kembali Meningkat

( kata)
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Kembali Meningkat
Ilustrasi. Dok Lampost.co

KALIANDA (Lampost.co) -- Gunung Anak Krakatau (GAK) yang sempat tertidur pasca-erupsi hingga menimbulkan gelombang tsunami pada 22 Desember 20198 lalu, kini kembali menunjukan aktivitas letusan.

Berdasarkan data Magma Vulcano Activity Report Badan Geologi, PVMBG Kementerian ESDM pada Sabtu (29/6/2019) hingga pukul 08.00 WIB, Gunung api aktif di perairan Selat Sunda sebelah selatan itu meletus sebanyak 2 kali dengan amplitude 45 mm dan durasi 52 – 78 detik.

Kemudian embusan awan panas sebanyak 1 kali dengan amplitude 41 mm dan durasi 62 detik. Sehari sebelumnya, tercatat 4 kali letusan dengan amplitudo 42-45 mm, durasi 31-149 detik. Kemudian embusan sebanyak 1 kali dengan amplitudo 30 mm dan durasi 93 detik. Dan gempa tremor menerus (mikro tremor) dengan amplitudo 2-49 (dominan 30 mm).

“Anak krakatau mulai 25 Juni lalu kembali beraktivitas. Hanya saja aktivitasnya terus menurun sampai siang ini, " kata Andi Suardi, kepala Pos Pantau GAK di desa Hargopancuran, kevamatan Rajabasa, Lampung Selatan l, Sabtu (29/6/2019).

Selain letusan dan embusan, terang Andi, juga terekam gempa mikro tremor (tremor menerus) dengan amplitude 2-35 mm (dominan 7 mm). Sementara CCTV yang berada di GAK tidak terlihat karena tertutup debu dari sisa aktivitas letusan.

"Setelah sempat berstatus Awas level I, saat ini status gunung api yang hanya setinggi 157 meter dati permukaan air laut (mdpl) berada pada level II atau Waspada. Dimana nelayan dan wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 kilometer," ujar Andi mengingatkan.

Aan Kridalaksono



Berita Terkait



Komentar