#krakatau#beritalamsel#gunungberapi

Aktivitas GAK Kembali Menurun dalam Lima Hari Terakhir

( kata)
Aktivitas GAK Kembali Menurun dalam Lima Hari Terakhir
Gunung Anak Krakatau. Dok/PVMBG Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau


Kalianda (Lampost.co): Dalam kurun lima hari terakhir aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) menurun, hanya mengeluarkan hembusan dan gempa vulkanik dangkal.

Berdasarkan laporan Badan Geologi, PVMBG Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau periode pengamatan 2-6 Juli 2022, GAK berhembus sebanyak 84 kali dan gempa vulkanik dangkal sebanyak 71 kali. 

Letusan Gunung Anak Krakatau terakhir teramati, Jumat, 1 Juli 2022, sekitar pukul 06.51 WIB sebanyak 1 kali dengan amplitudo 42 mm, durasi: 77 detik, ketinggian kolom abu mencapai 500 meter, dengan intensitas tebal berwarna hitam condong ke arah Timur Laut. 

Baca juga: Penyebab Kebakaran di Bedeng Arab Diselidiki

Pascaletusan pada hari tersebut, aktivitas gunung api yang memiliki ketinggian 157 Mdpl lebih dominan hembusan dan gempa vulkanik dangkal. 

"Lima hari terakhir, aktivitas dominan hembusan dan vulkanik dangkal," kata dia petugas pos pemantau GAK, Suwarno, di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Kamis, 7 Juli 2022. 

Sedangkan periode pengamatan kemarin, Rabu, 6 Juli 2022, aktivitas Gunung Anak Krakatau keluarkan hembusan sebanyak 10 kali, dengan amplitudo :13-31 mm, durasi : 20-52 detik, low frekuensi sebanyak 106 kali, dengan amplitudo  11-41 mm, durasi: 4-16 detik. "Tremor menerus terekam dengan amplitudo 2-34 mm dominan 3 mm," ujarnya. 

Melalui visual CCTV teramati asap putih sedang sampai tebal tinggi berkisar 25-150 meter, ada malam hari teramati sinar api tinggi sekitar 10 meter. "Pada malam hari terlihat melalui CCTV sinar api dari kawah," ujar dia. 

Dijelaskannya, aktivitas Gunung Anak Krakatau berupa hembusan merupakan letusan berupa gas-gas dengan energi yang sangat lemah. "Hembusan mirip dengan letusan, hanya yang keluar berupa gas," kata dia. 

Status Gunung Anak Krakatau masih berada di level 3 atau siaga, masyarakat dan wisatawan dilarang mendekat kawah radius 5 km. "Direkomendasikan tidak mendekat kawah radius 5 km," katanya.

Adi Sunaryo






Berita Terkait



Komentar