#hukum#pemerasan

Aktivis Perlindungan Anak Pasrah atas Proses Hukum Pemerasan

( kata)
Aktivis Perlindungan Anak Pasrah atas Proses Hukum Pemerasan
Tersangka mantan Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) EL dan barang bukti uang saat diperiksa di Polres Tubaba. Lampost.co/Ahmad Sobirin

Panaragan (Lampost.co) -- Mantan Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Tulangbawang Barat (Tubaba) EL mengaku pasrah terhadap proses hukum pascatertangkap tangan dugaan pemerasan dengan barang bukti Rp27 juta. Tersangka juga mengaku uang itu bukan untuknya.

"Saya mengikuti proses hukum yang disangkakan kepada saya karena memang saat penangkapan sedang megang duit. Namun, perlu diketahui uang itu bukan untuk saya justru membantu yang melaporkan saya ini karena yang bersangkutan memiliki persoalan," kata Elia Sunarto saat ditemui Lampost.co di sela-sela pemeriksaan di Mapolres Tubaba, Jumat, 10 Januari 2020.

Dia menjelaskan kronologis penangkapan bermula niatnya membantu proses perdamaian antara korban dan seorang wanita. "Ini sesuai dengan perjanjian yang mereka buat, uang itu akan saya antarkan ke Lampung Tengah di Merapi dan akan saya serahkan bersama-sama dengan ketua KPA Lampung Tengah di kantor Polsek Seputihmataram. Jadi kalau saya ditanya sebenarnya hanya membantu dan sepertinya ada upaya persaingan organisasi di balik ini. Namun, saya percaya proses hukum dan saya mengikuti itu," ujarnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polres Tubaba Iptu Andri Gustami saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan saat beraksi, pelaku tidak membawa nama organisasi. Selain pelaku, ada dua orang lagi yang masih dalam pengembangan.

"Kalau ke korban pelaku tidak membawa nama organisasi apa pun. Pelaku hanya melakukan pemerasan dengan modus menuduh korban melakukan tindakan asusila dengan salah satu perempuan yang saat itu dibawa olehnya. Saat ini pelaku yang sudah diamankan satu orang namun yang dua lagi atas inisial A dan E sedang proses pengembangan. Kami lakukan pengamanan juga untuk proses pemeriksaan lebih lanjut dengan barang bukti yang diamankan uang Rp27 juta," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar