#OTT#Kejahatan#Pemerasan

Aktivis Perlindungan Anak Jadi Tersangka Kasus Pemerasan

( kata)
Aktivis Perlindungan Anak Jadi Tersangka Kasus Pemerasan
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Panaragan (Lampost.co) -- Kepolisian Polres Tulangbawang Barat menetapkan mantan Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Elia Sunarto sebagai tersangka pemerasan. Elia Sunarto dikenakan pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Kapolres Tulangbawang Barat AKBP Hadi Saeful Rahman SIK didampingi Kasat Reskrim IPTU Andri Gustami SIK MH mengatakan sejak hari ini, Sabtu, 11 Januari 2020, Elia Sunarto ditetapkan statusnya sebagai tersangka. Yang bersangkutan dikenai pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman 9 tahun penjara.

"Pagi ini Elia Sunarto statusnya ditetapkan tersangka. Yang bersangkutan ditahan di Mapolres guna penyelidikan lebih lanjut," ujar Andri Gustami kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Sabtu, 11 Januari 2020.

Seperti diketahui Mantan Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Tulangbawang Barat Elia Sunarto terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) tim Tekab 308 Polres Tubaba, di Tiyuh Margo Mulyo, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten setempat, Jumat, 10 Januari 2020 sekitar pukul 15.30 WIB.

Dalam OTT tersebut petugas polres Tubaba berhasil menyita barang bukti uang Rp27 juta yang diduga hasil pemerasan pelaku terhadap korban Tugiman warga Tiyuh Margo Mulyo Kecamatan Tumijajar. Dalam kasus tersebut, tersangka bersama dengan dua pelaku lainnya sebagai keluarga wanita SIN (27) warga Bandarjaya, Lampung Tengah yang diduga disetubuhi Tugiman sebagai pelapor diminta uang damai oleh tersangka sebesar Rp50 juta.

Kapolres Tubaba AKBP Hadi Saeful Rahman SIK mengatakan penahanan dan penetapkan tersangka tersebut dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan tersangka. "Setelah semua unsur terpenuhi, kasus ini kita tetapkan tersangka dan pelakunya ditahan,"ujarnya.

Sementara, Kasat Reskrim IPTU Andri saat ditanya terkait laporan balik dari pihak terlapor yang diduga menjadi biang kasus tersebut mengaku belum ada laporan balik. "Sementara belum ada laporan balik dari teelapor," kata dia.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar