#pungli#kriminal

Aksi Premanisme Bermodus Jasa Keamanan Usaha

( kata)
Aksi Premanisme Bermodus Jasa Keamanan Usaha
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Polda Lampung menangkap 140 preman dan pelaku pungutan liar (Pungli) dalam operasi selama 11- 14 Juni 2021. Dalam aksinya, tindakan kriminal tersebut dilakukan dengan modus pemberian jasa keamanan usaha.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, mengatakan pungli preman tersebut dilakukan secara paksa dengan mengatasnamakan lembaga masyarakat. Namun, pungutan yang didapatkan itu diganti dengan memberikan keamanan bagi pedagang atau perusahaan.

"Modus-modus seperti ini dilakukan LSM dan ormas tertentu dengan dalih jasa keamanan," kata Pandra, Minggu, 20 Juni 2021.

Pandra menambahkan, pelaku tidak segan mengganggu kendaraan milik perusahaan atau masyarakat jika tidak menuruti keinginan mereka.

"Mereka memakai surat pernyataan yang dicetak lengkap dengan kop perusahaan yang menjadi target dan cap perusahaannya," katanya.

Dia menambahkan, identitas preman dan pelaku pungli itu kini terekam dalam database Indonesian Automatic Fingerprint System (INFIS). "Sehingga, jika pelaku mengulangi perbuatannya, maka akan mengalami kendala dalam pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) karena ada catatannya,"katanya.

Sebelumnya diberitakan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengintruksikan seluruh Polda untuk menindak aksi pungli dan premanisme.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar