#perampokan#kriminal#jalantol

Aksi Perampokan Sopir Truk Terjadi di Jalan Tol KM 107

( kata)
Aksi Perampokan Sopir Truk Terjadi di Jalan Tol KM 107
Sopir truk menjadi korban perampokan di KM 107 JTTS. Foto;Dok

Bandar Lampung (Lampost.co): Beredar video seorang sopir truk menjadi korban perampokan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Video berdurasi 30 detik tersebut, sopir yang menjadi korban menerangkan ia menjadi korban perampokan saat kendaraannya mogok.

Informasi yang didapat Lampost.co, Minggu, 20 September 2020, kejadian tersebut berlangsung tepatnya di KM 107, sekitar ruas Batanghari Ogan, Kecamatan Tegineneng, Pesawaran, pada Jumat, 18 September 2020.

Korban bernama Agus Purnomo, warga Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro mengangkut semen dari Cilegon dan akan dibawa ke Metro Kibang, Lampung Timur.  Uang sekitar Rp1,1 juta dan smartphone miliknya digasak oleh pelaku yang beraksi menggunakan sepeda motor.

"Yang keluar tol Metro hati-hati. Saya kerampokan posisi mobil rusak, dirampok HP sama duit Rp1 juta lebih. Dompet saya dibawa kabur, dari pinggir sana larinya ada jalan tikus," ujar korban dalam video yang beredar.

Korban mengatakan pelaku bahkan menggunakan senjata api saat beraksi. "Keluar pintu tol Metro di KM 107 hati-hati jangan berenti. Sudah rawan ada rampok pakai pistol," papar pria yang menggunakan kaos merah tersebut.

Polda Lampung membenarkan video tersebut dan sedang melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku.

"Ditkrimum sudah berkoordinasi dengan Ditlantas untuk melakukan penyelidikan dan mengungkap pelakunya," ujar Dirreskrimum Polda Lampung Kombespol Muslimin Ahmad, Minggu, 20 September 2020.

Ia membenarkan kalau korban menderita kerugian uang Rp1,1 juta dan sebuah HP, serta pelaku menggunakan senpi untuk mengancam korban.

"Menurut keterangan korban begitu. Tapi kita masih lidik," ujarnya.

Kepala Cabang Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, PT Hutama Karya (HK) Hanung Hanindito  tak menampik kejadian tersebut."Kebenaran berita tersebut masih dalam penangan polisi. Demikan," ujarnya.

Terkait penanganan jalur tikus yang kerap dijadikan celah masuk tol, bahkan bagi pelaku tindak pidana, pihaknya terus melakukan upaya penutupan.

"Pagar kawat sering kami perbaiki karena hal itu, lokasi yang putus kita perbaiki lagi," paparnya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar