#penjambretan

Aksi Pelajar SMP Kejar Penjambret Terhenti karena Alami Tabrakan  

( kata)
Aksi Pelajar SMP Kejar Penjambret Terhenti karena Alami Tabrakan  
Pelajar yang mnejadi korban penjambretan saat berada di rumah warga. Dok.


Kalianda (Lampost.co) -- Nasib apes dialami dua remaja putri yang menjadi korban penjambretan di jalan Desa Sidodadi, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, Jumat, 31 Januari 2020, sekitar pukul 14.15. Usaha mengejar penjambret gagal setelah motor korban bertabrakan dengan pengendara lain.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, kejadian bermula saat kedua, korban A (15) dan G (15), mengendarai sepeda motor Honda Blade BE-4940-DM melaju dari arah Desa Kotadalam menuju Desa Sidodadi. Di tengah perjalanan, kedua korban yang masih berstatus pelajar SMP itu dipepet dua orang yang tidak dikenal yang menggunakan sepeda motor Honda Vario warna putih.

Salah seorang pelaku kemudian merampas ponsel merek Oppo dari genggaman korban dan langsung melarikan diri. Kondisi jalan yang buruk, laju sepeda motor pelaku tidak bisa ngebut membuat kedua korban warga Dusun Sandaran, Desa Sukabanjar, mengejar sambil teriak minta tolong.

Namun nahas, pada saat tiba di persimpangan jalan Subur, desa setempat, kedua remaja putri menabrak pengendara sepeda motor lainnya membuat mereka terpental.

Akibat tabrakan tersebut, kedua remaja putri dan korban yang ditabrak dilarikan ke Puskesmas Sidomulyo untuk diberikan perawatan. Sedangkan kedua pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor yang belum diketahui nomor polisinya ke arah Kecamatan Way Panji.

Kepala Desa Sukabanjar, Asikin membenarkan kedua korban penjambretan merupakan warganya. "Warga Sandaran Dalam, anak masih SMP," kata dia kepada Lampost.co.

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Sidodadi, Rahmat Witoto sangat prihatin dengan peristiwa penjambretan yang terjadi di siang bolong. "Sangat prihatin kejadian siang bolong dan di tengah permukiman penduduk," kata dia.

Mantan Kepala Desa Sidodadi itu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati. "Semoga kejadian serupa tidak terulang kembali," ujarnya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar