#mahasiswa#aksi#hgu#beritalampung

Aksi Mahasiswa Lampung Dukung Jokowi Tuntaskan HGU

( kata)
Aksi Mahasiswa Lampung Dukung Jokowi Tuntaskan HGU
Mahasiswa tergabung dalam Simpul menggelar aksi dukung Jokowi kembalikan HGU untuk rakyat. (Foto:Dok.Simpul)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Mahasiswa FISIP Universitas Lampung yang terbabung dalam Serikat Mahasiswa Peduli Lampung (SIMPUL) melakukan aksi solidaritas di Bundaran Tugu Adipura, Bandar Lampung, Kamis (28/2/2019). Mereka mendukung Presiden Jokowi untuk menuntaskan permasalahan HGU di Tanah Air.

Koordinator Aksi Rosim Nyerupa menyampaikan orasi terkait dukungan itu. "Dalam pidatonya, Presiden Jokowi meminta pihak pemegang HGU untuk membebaskan kawasan yang berstatus tanah Ulayat. Hal ini demi mencegah terjadinya sengketa lahan antara masyarakat dan pemegang HGU. Ini yang kita tunggu-tunggu sebagai masyarakat Lampung yang sedang dihadapi masalah tersebut," kata Rosim.

Seperti rilis yang diterima Lampost, Rosim menyebutkan permasalahan HGU yang ada di Indonesia harus menjadi sorotan serius oleh pemerintah pusat. Bukan sekadar retorika belaka tapi bila perlu turunkan tim pengkajian ulang dari pusat. Dari beberapa kasus yang ada, permasalahan HGU juga terjadi di Lampung. 
"Pada saat acara Konvensi Rakyat beberapa hari lalu, Presiden Jokowi menyebut lagi dalam pidato Kebangsaan soal HGU ini. Dengan demikian, Artinya, Kepala negara ini serius bukan main-main. Presiden aja menyoroti itu," lanjutnya. 
Meskipun presiden Jokowi serius menyikapi permasalahan HGU ini, massa aksi yang menjadi sorotan para pengendara kendaraan bermotor ini sebenarnya masih meragukan pernyataan itu. "Kita khawatir negara justru kalah dengan pihak corporate," katanya. 
Ke depan, untuk menyambut keseriusan Presiden Jokowi, Rosim mengatakan pihaknya akan mendatangi kantor BPN. Mereka akan meminta data dan mendorong BPN untuk melaksanakan intruksi Presiden.
"Dalam waktu dekat aksi akan digelar kembali dengan masa yang lebih banyak lagi bahkan mengajak berbagai elemen mahasiswa si Bandar Lampung untuk menindak lanjuti pernyataan presiden. Sebab negara harus dibantu oleh masyarakat dalam menyelesaikan sengketa itu," ujarnya. 

Mustaan

Berita Terkait

Komentar