narkoba

Aksi Juragan Angkot Kendalikan Narkoba Puluhan Kg Terhenti

( kata)
Aksi Juragan Angkot Kendalikan Narkoba Puluhan Kg Terhenti
dok

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Ulah Jepri Susandi warga Tangerang Banten yang menjadi bandar narkoba kelas kakap yang meresahkan masyarakat Lampung kini terhenti. Jepri akan tiga kali menjalani persidangan, dari dua perkara yang berbeda.

Awalnya, Jepri Susandi (41) yang menyamarkan hartanya sebagai juragan angkot, dan  juga selaku pemilik sabu seberat 7,259 kg ditangkap BNNP Lampung pada 12 Agustus 2019 lalu usai salat di sekitar kediamannya.

Penangkapan Jepri berawal dari tertangkapnya dua kuris asal Aceh Zawil Qiram, dan Silman, serta penerima sabu milik Jefri, warga Bandar Lampung yakni Ade.

Dari tangan Jefri pun disita barang bukti seperti mobil, perhiasan, buku tabungan, ponsel, hingga surat tanah yang nominalnya mencapai Rp1,9 miliar. Semuanya merupakan hasil tindak pidana pencucian uang, dari menjual sabu.

Belakangan, setelah dikembangkan total barang bukti perkara tersebut sebanyak 13 kg, dan Jefry pun divonis 17 tahun penjara, di PN tanjungkarang, pada senin 20 Januari 2020 yang lalu.

Ketika ditahan di Rutan Kelas IA Bandar Lampung atau rutan Way Hui, Jefri pun kembali berulah dengan mengendalikan peredaran sabu seberat 41,6 kg.

Perkara tersebut pun diungkap kembali oleh BNNP Lampung, pada 4 desember 2019, ia mengendalilan barang haram tersebut bersama beberapa orang yang saat itu menjadi tahanan di Rutan Kelas IA Bandar Lampung yaknj Hatamimi, dan Supriyadi, sementara kurir Bernama Ifran Usman, Meregang Nyawa karena ditembak opsnal BNNP saat hendak ditangkap.

Pada perkara peredaran sabu 41,6 kg tersebut, Jefri dan pelaku lainnya masih menjalani persidangan tuntutan.

Belum mendapatkan vonis atas perbuatannya mengedarkan sabu sebnayak 41.6 kg dari balik jeruji besi, pengusaha Supir angkot pun akan kembali menjalani sidang ketiganya.

Pantauan Lampost.co di website PN Tanjungkarang, Jepri bakal menjalani sidang dugaan tindak pidana pencucian uang, pada 9 Juli 2020 di ruang Mawar, dengan JPU Rosman Yusa.

Jepri bakal didakwa dengan pasal 3 subsidair dan lebih subsidair pasal 4 dan 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 Tentang TPPU, serta Pasal 137 huruf a subsidair huruf B UU Nomor 35 Tahun 2009, Tentang Narkotika.

Sebelum Jefri menjalani sidang Dakwaan kasus TPPU, ia bakal terlebih dahulu menjalani sidang tuntutan perkara peredaran sabu 41,6 kg seminggu sebelumnya. Pemantauan Lampost.co di website PN Tanjungkarang, Jefri bakal menjalani sidang tuntutan pada Kamis, 2 juli 2020, usai menjalani sidang tuntutan 25 Juni 2020 yang lalu ditunda.

Kabid Brantas BNNP Lampung Kombespol Hendry Budiman, membenarkan penyidikan TPPU Jefri. Menjurutnya perkara tersebut sudah P21, dan sudah dilimpahkan ke Jaksa Penuntum Umum. "Ia benar, dijerat TPPU juga," ujarnya, Minggu, 28 Juni 2020.

Dari pemeriksaan, sekitar Rp2 miliar lebih hasil Jefri menjadi bandar sabu yang disamarkan dalam bentuk mobil, perhiasan, buku tabungan, ponsel, hingga surat tanah, padahal hasilnya dari menjual sabu.

"Ini sebagai efek jera, kita miskinkan, bahkan ketia dia ditahan (di Rutan way Hui), dia masih berulah (mengendalikan sabu 41,6 kg)," katanya.

Humas Pengadilan Tanjungkarang Hendri Irawan Membenarkan perkara-perkara yang dijalani Jefri. "Ia didakwa pencucian uang, perkara lainnya (41,6 kg), masih sidang," katanya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar