#CURANMOR#LAMPUNGSELATAN#PENCURIAN

Aksi Curanmor di Kantor Bupati Lamsel Makin Marak

( kata)
Aksi Curanmor di Kantor Bupati Lamsel Makin Marak
Ilustrasi curanmor diunduh pada Selasa, 25 Januari 2022. (Foto: Antara)


Kalianda (Lampost.co) --  Aksi percobaan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kantor Bupati Lampung Selatan semakin marak. Bahkan, pencuri diduga memakai senjata api yang meresahkan para pegawai.

Parahnya lagi, percobaan aksi curanmor tersebut sudah berulang kali menimpa korban yang sama. Namun, selalu gagal. Teranyar, aksi curanmor terjadi pada Jumat, 22 Januari 2022.

Pegawai di areal perkantoran bupati Lampung Selatan berinisial AS, menuturkan percobaan pencurian itu. Menurutnya, peristiwa bermula pada Jumat lalu, sekitar pukul 16.30 WIB. AS mendengar suara alarm dari sepeda motornya berbunyi. Karena merasa aneh, dia mengintip dari balik jendela ruang kerjanya. Saat itu, dia melihat pelaku akan merusak lubang kunci motor merek Honda Beat miliknya, yang terpakir persis di belakang ruang kerjanya.

"Saya itu sudah mau siap-siap pulang, tiba-tiba terdengar alarm motor saya berbunyi. Loh, itu kan suara alarm motor saya. Loh kok motor saya lagi yang mau dicuri," jelas wanita berjilbab itu, Selasa, 25 Januari 2022.

AS lalu berteriak untuk memberitahukan bahwa motor yang hendak dicuri itu adalah kendaraan miliknya. Karena tepergok korbannya, pelaku dengan santainya berjalan ke arah belakang Kantor Bupati Lamsel atau jalan pintas kantor bupati. Tak lama dari itu, dia melihat pelaku mengeluarkan benda yang diduga senjata api (senpi) dari dalam tasnya.

"Saat pelaku mau ngambil benda diduga senpi tu dari dalam tas, tiba-tiba benda itu terjatuh lalu diambil pelaku dan ditodongkan ke arah saya, lalu saya kabur dari dekat jendela, karena takut,"jelasnya, yang meminta untuk tidak disebutkan jati dirinya.

Baca juga: Maling Motor, Dua ABG Asal Lamtim Dibekuk di Tanjungbintang

AS pun menyatakan kejadian percobaan pencurian sudah tiga kali dialaminya dan terjadi setiap Jumat sore. Pada kasus ketiga, pelaku dilihatnya seorang diri dengan ciri-ciri badan agak besar dan menggunakan topi.

"Pertama itu, lubang kunci kontak sudah digesek-gesek, lalu saya pasang alarm. Yang kedua, lubang kunci motornya sudah dijebol. Nah, yang ketiga ini, sudah mau dirusak juga, tapi alarmnya bunyi,"katanya.

AS menambahkan, karena sudah sering kali menjadi korban percobaan pencurian, dia memutuskan tidak lagi membawa motor saat bekerja, agar kejadian serupa tidak lagi berulang terus menerus dan dapat mengancam keselamatan dirinya.

"Ya, mulai Senin, 24 Januari 2022 sudah nggak bawa motor lagi. Sekarang naik ojek sajalah, atau minta dianterin. Kalau gini terus, takut mau bekerja," ujar dia.

Di sisi lain, Sekretaris Kabupaten Lampung Selatan Thamrin, menegaskan akan menutup semua akses masuk kantor bupati, kecuali pintu utama dan personel Satpol -PP Lamsel yang berjaga di kantor bupati akan ditambah.

"Nanti kami perintahkan ditutup semua, kecuali pintu depan. Jadi, siapa pun yang mau masuk dari gerbang utama,"ujar dia, ketika ditemui di lingkungan kantor bupati Lamsel. 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar