#pilkadalamsel#aksesdisabilitas

Akses Disabilitas Pilkada Lamsel 2020 Tunggu Juknis KPU Pusat

( kata)
Akses Disabilitas Pilkada Lamsel 2020 Tunggu Juknis KPU Pusat
Koordinator Divisi Program, Data dan Informasi KPU Lamsel, Asma Emilia. Istimewa


Kalianda (Lampost.co) -- Akses bagi penyandang disabilitas dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lampung Selatan 2020 hingga kini belum jelas. Bahkan, KPU Lamsel hingga kini masih menunggu petunjuk teknis (Juknis) terkait akses bagi penyandang disabilitas di tengah pandemi virus Covid-19.

Padahal, akses penyandang disabilitas ini sangat penting karena di setiap tempat pemungutan suara (TPS) pasti ditemukan akses yang berbatu atau berumput. Belum lagi kesulitan yang dihadapi disabilitas netra dan rungu dalam menyesuaikan protokol baru pada pencoblosan.

Saat dikonfirmasi, Koordinator Divisi Program, Data, dan Informasi KPU Lamsel, Asma Emilia mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti akses bagi penyandang disabilitas pada pemungutan suara pada 9 Desember 2020 mendatang. Sebab, fasilitas dan akses bagi penyandang disabilitas hingga saat ini belum ada juknis terbarunya. 

"Kami masih menunggu juknis terbaru dari KPU pusat yang membahas soal akses penyandang disabilitas pada saat pencoblosan mendatang," kata dia melalui pesan WhatsApp, Minggu, 1 November 2020.

Meski demikian, kata Asma Emilia, penyandang disabilitas nantinya akan mendapatkan pelakuan khusus saat mencoblos pada 9 Desember 2020. "Pasti ada perlakuan khusus bagi penyandang disabilitas ini. Kita tunggu saja PKPU dan juknis lainnya," ujarnya.

Dia mengatakan untuk jumlah disabilitas yang sudah ditetapkan dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada Lamsel 2020 ada 337 pemilih, yang terdiri dari 153 pemilih perempuan dan 184 pemilih laki-laki. 

"Pemilih disabilitas ini ada empat kategori, yakni disabilitas fisik 166 pemilih, disabilitas intelektual 36 pemilih, disabilitas mental 61 pemilih, dan disabilitas sensorik 74 pemilih," kata dia. 

Asma mengatakan secara keseluruhan penyandang disabilitas tersebut didominasi di Kecamatan Tanjungbintang, seperti disabilitas fisik mencapai 31 pemilih, disabilitas intelektual 15 pemilih, dan disabilitas mental 11 pemilih.

"Kalau untuk disabilitas sensorik ini didominasi di Kecamatan Jatiagung dengan 15 pemilih. Tapi, secara keseluruhan yang paling banyak pemilih disabilitas empat kategori itu di Kecamatan Tanjungbintang yang mencapai 32 pemilih," kata dia. 

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar