#limbah#pencemaranlingkungan

Akademisi Unila Sebut Pelaku Pencemaran Limbah Dapat Didenda Rp3 Miliar

( kata)
Akademisi Unila Sebut Pelaku Pencemaran Limbah Dapat Didenda Rp3 Miliar
Pencemaran limbah di pesisir Lampung Timur (Foto: Istimewa)


Bandar Lampung (lampost.co) -- Sejumlah pantai di perairan Lampung Timur dipenuhi limbah minyak berwarna hitam pekat dalam beberapa hari terakhir. Limbah itu ternyata berasal dari kebocoran pipa migas milik PT Pertamina Hulu Energi Offshore South East Sumatera.

Pakar Hukum Pidana Universitas Lampung (Unila) Eddy Rifai mengatakan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, pelaku dapat didenda Rp3 miliar atas kelalaiannya dalam menjaga kelestarian lingkungan. 

Dalam Pasal 100 Ayat 1 tertera Setiap orang yang melanggar baku mutu air limbah, baku mutu emisi, atau baku mutu gangguan dipidana, dengan pidana penjara paling lama tiga tahun dan denda paling banyak Rp3 miliar.

”Undang-undang ini mengatur semua tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Untuk menumbuhkan efek jera bagi para penghasil limbah yang tidak bisa mengolah limbahnya dengan baik, mereka akan diberikan sanksi berat,” katanya melalui telepon, Selasa, 19 Juli. 

Baca juga: Limbah Minyak di Pesisir Lamtim Terkumpul 3.500 Karung

Selain pidana, pemerintah dapat memberi sanksi seperti perdata dan administrasi. Menurut Eddy, jika merugikan banyak warga yang terkena dampaknya. 

"Itu kan sanksinya administrasi dia dalam bentuk ya berupa pencabutan teguran, pencabutan izin kemudian dan sanksi perdata dan pidana," jelasnya. 

Eddy menambahkan polisi sebenarnya dapat langsung bertindak karena pencemaran lingkungan merupakan delik yang dapat ditindak langsung jika ada bukti langsung. 

"Artinya, begitu ada pencemaran dalam langsung penyelidikan setelah penyelidikan dan penyidikan terus ke penuntutan ke pengadilan," ujarnya.  

 

Wandi Barboy






Berita Terkait



Komentar