#lampung

Yoke Moelgini: Serapan Anggaran Lampung Kurang Dievaluasi

( kata)
Yoke Moelgini: Serapan Anggaran Lampung Kurang Dievaluasi
Ilustrasi diunduh Kamis, 28 Juli 2022. (Foto: Istimewa)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengamat ekonomi Unila, Yoke Muelgini, menilai, rendahnya serapan anggaran pemerintah di Lampung akibat rendahnya kegiatan evaluasi sebagai bentuk monitoring. 

"Ini (serapan anggaran rendah) mungkin karena setiap bulan kurang dievaluasi," ujar Yoke melalui telepon, Kamis, 28 Juli 2022. 

Menurut dia, rendahnya serapan sampai pertengahan tahun ini terbilang sudah menjadi hal lumrah. Pasalnya, tidak hanya saat pandemi, tahun-tahun sebelumnya pun serapan anggaran kerap rendah dan mulai memuncak mendekati akhir tahun agar memenuhi target. 

"Mereka (Pemerintah) bisa beralasan karena covid-19, perang Rusia-Ukraina dan lain-lain. Tetapi, rendahnya serapan anggaran sampai Agustus sudah ada sejak dahulu. Nanti mulai September, Oktober, November, Desember baru deh mendadak naik untuk memenuhi target-target," ungkapnya. 

Baca juga: Serapan APBD Pringsewu Rendah

Yoke melanjutkan untuk Pemprov Lampung sendiri sampai saat ini serapan anggaran masih di bawah 40 persen. Tidak hanya provinsi, tetapi juga di kabupaten/kota. 

"Sampai bulan ini (anggaplah sudah Agustus) dan selama covid-19 (tahun 2020-2022) ini bukan Pemprov Lampung saja kok yang serapan anggarannya rendah (di bawah 40%). Kabupaten/kota lainnya juga sama, dinas, dan instansi negara lainnya juga sama," kata dia. 

Sementara itu, Kepala Bidang PPA II Ditjen Perbendaharaan Negara, Tjide Widiyarti, menjelaskan, data serapan anggaran Pemprov Lampung tercatat pada triwulan pertama tahun 2022.

"Pagu realisasi pada triwulan pertama ini antara lain, belanja pegawai 58,37 persen, belanja barang 35,58 persen, belanja modal 20,23 persen, bansos 45,75 persen, transfer 41,52 persen, total realisasi serapan 41,77 persen," ujarnya. 

Wandi Barboy






Berita Terkait



Komentar