#KEBAKARAN#AKSIMASSA#KERUSUHAN#DEMONSTRASI

Akademisi Nilai Pembakaran Mapolsek Melawan Hukum

( kata)
Akademisi Nilai Pembakaran Mapolsek Melawan Hukum
Camat Candipuro dan para kades mengecek kerusakan di Mapolsek Candipuro untuk segera diperbaiki. Lampost.co/Perdhana


Bandar Lampung (lampost.co) -- Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung, Pairulsyah, menilai pembakaran Mapolsek Candipuro bukan reaksi masyarakat terhadap tindakan kriminal, melainkan tindakan melawan hukum.

Ia menjelaskan ada dua tipe reaksi masyarakat terhadap kriminal yakni positif dan negatif. Pada reaksi positif, masyarakat akan bekerjasama atau melapor kepada kepolisian. Jika reaksi negatif, bentuknya masyarakat menghakimi pelaku kejahatan.

"Harusnya mereka tidak membakar Mapolsek. Itu perbuatan melawan hukum. Bukan reaksi masyarakat," ujarnya melalui telepon, Kamis, 20 Mei 2021.

Pairulsyah menjelaskan dalam persoalan itu yang menjadi masalah adalah penjahat. Maka, reaksi masyarakat harusnya membangun kerja sama dengan polisi.
Ia melanjutkan jika alasannya banyak kasus tidak terungkap, harusnya kapolseknya sudah mendapat teguran dari atasan. Pairulsyah juga menyatakan hal itu bisa jadi alasan dari provokator yang tidak bertanggungjawab.

Ia menerangkan kapolda Lampung merupakan pimpinan yang tegas. Hal itu dibuktikan dari pemberhentian kapolsek Semaka, Tanggamus usai adanya kerumunan.

"Kasus tersebut harus diusut dan dibawa ke ranah hukum hingga tuntas," kata dia.

Pairulsyah menambahkan peristiwa itu menjadi preseden buruk bagi instansi kepolisian. Sebab ada kekhawatiran hal itu bisa terjadi di tempat lain.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar