#bandarlampung

AJI Bandar Lampung Minta Perusahaan Pers Tidak Permisif soal Kekerasan Jurnalis

( kata)
AJI Bandar Lampung Minta Perusahaan Pers Tidak Permisif soal Kekerasan Jurnalis
Ketua AJI Bandar Lampung Hendry Sihaloho saat diwawancarai di sekretariat AJI Bandar Lampung, Kamis, 12 Mei 2022. (Lampost.co/Andre Prasetyo Nugroho)


Bandar Lampung (lampost.co) -- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung meminta perusahaan pers tidak menutup mata terhadap kekerasan yang dialami oleh jurnalisnya. 

"Jadi, sikapnya itu tidak permisif, pura-pura tidak tahu atau diam. Harusnya menolak, mengecam dan melapor seperti Tempo yang melapor ke kepolisian terhadap kekerasan yang dialami wartawannya," kata Ketua AJI Bandar Lampung Hendry Sihaloho saat ditemui di Sekretariat AJI Bandar Lampung, Kamis, 12 Mei 2022.

Menurutnya, keberpihakan perusahaan pers sudah jelas, yakni pada kebebasan pers, dan tidak menutup mata dan telinga jika ada wartawannya terkena kena kekerasan.

"Karena akan berdampak buruk terhadap kebebasan pers, dia (kekerasan jurnalis) bisa memengaruhi kebebasan pers di Lampung," tuturnya. 

Hendry meminta semua pihak mendorong kasus jurnalis kekerasan diusut serius. 

"Perlu pemerintah dan penghormatan sikap publik, dan tidak bisa selalu mengandalkan organisasi profesi. Mestinya perusahaan pers yang terdepan dalam kasus kekerasan jurnalis," jelasnya. 

Menurut Hendry, untuk memutus rantai kekerasan jurnalis putus dengan penuntasan hukum secara serius. Terakhir, ia mengatakan seringkali kasus kekerasan jurnalis sering damai karena keputusan si jurnalis dipengaruhi oleh banyak hal. 

"Akhirnya menjadi problematik si jurnalis karena terjepit dengan kultur lingkungan dan media tempat ia bekerja. Jika dia berbeda pandangan, bisa saja menghambat karirnya. Pentingnya sikap perusahaan pers harus bersikap lebih dahulu," pungkasnya. 


Ketua AJI Bandar Lampung Hendry Sihaloho saat ditemui di Sekretariat AJI Bandar Lampung, Bandar Lampung, Kamis, 12 Mei 2022. (Lampost.co/Andre Prasetyo Nugroho)

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar