kasuspembunuhan

Ditolak Menikah, Warga Kulon Progo Bakar Kekasih

( kata)
Ditolak Menikah, Warga Kulon Progo Bakar Kekasih
Agus Trikoyopari Suda (tengah) pelaku pembunuhan dengan cara membakar korbannya. Medcom.id/ahmad mustaqim


Kulon Progo (Lampost.co) -- Kepolisian Resor Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menangkap Agus Trikoyopari Suda, karena kasus pembunuhan. Lelaki 51 tahun itu membunuh kekasihnya, Catur Atminingsih, 54, warga Dusun Tawang, Desa Banyuroto, Kecamatan Nanggulan.

Wakil Kepala Polres Kulon Progo, Komisaris Sudarmawan menjelaskan, Agus merupakan kekasih Catur yang sudah berpaccaran sekitar tiga tahun. Dalam menjalani asmara Agus sempat mengajak Catur menjalani hubungan serius ke jenjang pernikahan.

“Saat diajak menikah, korban menolak. Pelaku mengaku sakit hati kepada korban karena tidak mau dinikahi,” kata Sudarmawan di Kulon Progo, Rabu, 4 November 2020.

Sudarmawan menerangkan, tindakan pembunuhan itu telah Agus rancang usai penolakan ajakan menikah. Pelaku membunuh korban dengan cara membakar dengan bahan bakar bensin eceran pada 5 September 2020. Tindakan pembunuhan dilakukan di dekat Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Banyuroto, Kecamatan Nanggulan.

Menurut dia, titik tersebut menjadi alur yang biasa dilintasi korban. Lokasi tersebut juga cukup sepi.

"Sempat terjadi adu mulut, pelaku lantas menyiram korban dengan bensin yang dibawanya lalu menyulutnya menggunakan korek api," kata dia.

Korban sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Wates, Kulon Progo setelah terbakar. Korban sempat dirawat sekitar sebulan meski akhirnya meninggal dunia.

Di sisi lain, Sudarmawan menyatakan, pelaku sempat kabur ke Bantul, Gunungkiddul, Magelang, hingga Wonosobo, setelah membakar korban. Agus, kata Sudarmawan, berhasil dicokok di kawasan Pasar Cikli, Desa Hargorejo, Kecamatan Kokap, pada 29 Oktober 2020. Polisi menyita sejumlah barang bukti seperti, dua kendaraan pribadi korban dan pelaku, sebuah korek api, serta botol bekas tempat bensin.

Sudarmawan mengungkapkan, polisi akan menjerat pelaku dengan pasal 351 ayat 2 junto ayat 353 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan luka berat dengan direncanakan terlebih dahulu dengan ancaman hukuman penjara lima tahun. Lantaran korban meninggal, kata dia, polisi akan menjerat pelaku dengan pasal 340 KUHP, 338 KUHP, dan 351 KUHP dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Dalam pengakuannya, Agus mengklaim sakit hari lantaran ditolak untuk menikah tanpa alasan jelas. Menurut Agus, Catur menunjukkan gestur keraguan pada dirinya.

“Dia terus bilang gak mau tanpa alasan, itu buat saya emosi hingga nekat melakukan ini," kata lelaki yang memiliki dua anak ini.

Agus mengaku menyesali perbuatannya. Menurut dia, diat membakar pacarnya untuk memberikan pelajaran. “Tapi (dampaknya) sampai sefatal itu,” sesalnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar