#mobil#TAM

Airbag Bermasalah, TAM Recall 60.000 Toyota Rush di Indonesia

( kata)
Airbag Bermasalah, TAM Recall 60.000 Toyota Rush di Indonesia
Foto: dok. Toyota

JAKARTA (Lampost.co) -- PT Toyota-Astra Motor (TAM) melakukan penarikan (recall) sekitar 60.000 unit Toyota Rush di Indonesia terkait adanya kerusakan atau cacat pada komponen curtain shield airbag ECU. Adapun model yang terdampak recall ini, yaitu Toyota Rush produksi antara akhir Desember 2017 hingga awal Februari 2019. "Kami akan menginformasikan para pemilik kendaraan Rush untuk mengganti ECU Airbag kendaraannya. Proses penggantian ini sangat mudah dilakukan di bengkel resmi Toyota dan tanpa biaya sama sekali (gratis)," ujar Presiden Direktur TAM Yoshihiro Nakata dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Toyota pun merekomendasikan para pemilik Rush, untuk mengecek kendaraannya melalui berbagai saluran komunikasi yang disiapkan khusus demi memberikan kemudahan bagi para pelanggan. Mereka bisa menghubungi jaringan outlet resmi Toyota terdekat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, serta dapat menghubungi Toyota Customer Care (24 jam) di nomor telpon 1-500-315.

Selain itu, pelanggan dapat juga mengunjungi website resmi Toyota di www.toyota.astra.co.id/ssc, dengan memasukkan nomor rangka dan selanjutnya akan muncul informasi apakah kendaraannya masuk dalam kampanye penggantian ECU Airbag Rush tersebut. Jika kendaraan Rush-nya masuk ke dalam kampanye ini, maka pelanggan dapat langsung menghubungi bengkel resmi Toyota terdekat atau yang diinginkan, untuk dilakukan pengecekan dan upgrade ECU Airbag. Dalam waktu kurang dari 48 jam, pelanggan akan dihubungi kembali untuk informasi mengenai booking time di bengkel.

Pengerjaan, pengecekan dan penggantian ECU Airbag Rush ini disebut berlangsung sekitar 30 menit dan seluruh biayanya gratis. "Kami sangat menyarankan agar pelanggan dapat segera memastikan atau mengecek kendaraannya dan melakukan penggantian ECU Airbag di bengkel resmi Toyota. Ini berlaku khususnya pada Rush dengan rentang waktu produksi akhir Desember 2017 hingga awal Februari 2019," kata Anton Jimmi Suwandy, Direktur Marketing TAM. 

Luchito Sangsoko



Berita Terkait



Komentar