Tewastenggelamaitterjunwataka

Air Terjun Wataka Belum Dibuka untuk Umum

( kata)
Air Terjun Wataka Belum Dibuka untuk Umum
Air Terjun Wataka di Hutan Kawasan Register 19 Kecamatan Teluk Pandan. Lampost.co/Putra


PESAWARAN (Lampost.co) -- Air Terjun Wataka di Hutan Kawasan Register 19 Kecamatan Teluk Pandan, yang menelan korban jiwa pria berumur 25 tahun bernama David Agustinus Saragih, warga jalan Mayjen Sutiyoso Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung, bukan tempat wisata untuk umum.

"Dari segi pengelolaannya, kami memang belum membuka air terjun itu untuk masyarakat umum, karena mengingat medan yang terjal, akses menuju kesana belum ada. Apalagi untuk pengamanan dan keselamatan wisatawan memang belum ada di air terjun itu," jelas Kepala Taman Hutan Raya (Tahura) Sumardi, Selasa 10 Desember 2019.

Baca juga: Warga Kotabaru Tewas Tenggelam di Air Terjun Wataka

Ia menegaskan meskipun ada masyarakat ataupun wisatawan yang mendatangi tempat tempat wisata yang ada di hutan kawasan yang belum dibuka untuk umum, dipastikan mereka tidak ada yang izin kepada pihaknya.

"Seperti kejadian tenggelamnya warga Bandar Lampung itu, saya tidak tau dia izin ke siapa, karena kami tidak pernah mengeluarkan izin ataupun didatangi orang untuk meminta izin mandi di air terjun tersebut," ungkapnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat jika ingin berlibur ke tempat wisata yang berada di hutan register namun belum dibuka untuk umum, terlebih dahulu meminta izin kepada petugas.

"Kalau sudah izinkan enak, jadi dari kami juga setidaknya mengetahui kalau ada orang yang datang kesana, sehingga petugas kami yang ada di lapangan juga dapat mengontrol dan berjaga ketika sewaktu waktu ada musibah seperti yang dialami korban tenggelam kemarin kan," paparnya.

Pihaknya juga mempersilahkan aparatur desa yang berbatasan dengan hutan register 19, mengelola tempat wisata di sekitaran desanya asalkan berkoodinasi terlebih dahulu dengan petugas.

 

Winarko







Berita Terkait



Komentar