#perdapesantren#raperda#beritalampung

Air Mata dan Sujud Syukur Nunik Iringi Pembahasan Perda Fasilitas Pesantren 

( kata)
Air Mata dan Sujud Syukur Nunik Iringi Pembahasan Perda Fasilitas Pesantren 
Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim saat bersujud syukur di ruang rapat paripurna, Senin, 2 November 2020. Foto: Dok


Bandar Lampung (Lampost.co): Ada hal yang berbeda dalam pelaksanaan rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung di ruang rapat paripurna, Senin, 2 November 2020. Jalannya paripurna pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Prakarsa Pemerintah Provinsi Lampung yaitu Raperda Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 dan Raperda Fasilitas Penyelenggaraan Pesantren berjalan penuh haru.

Air Mata Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim, tumpah ketika seluruh Fraksi DPRD Provinsi Lampung mendukung penuh Rancangan Peraturan Daerah tentang Fasilitas Penyelenggaraan Pesantren. Begitupun ketika Nunik menyampaikan jawaban kepala daerah terhadap pandangan Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Lampung mengenai 2 Rancangan Peraturan Daerah Prakarsa Pemerintah Provinsi Lampung.

Setelah para Anggota DPRD Provinsi Lampug mendukung penuh perda tersebut, Nunik langsung melakukan sujud syukur.

"Perda Pesantren ini bisa bermanfaat bagi para santri, pengajar, pak kiyai, ustaz, ustazah, dan masyarakat yang ada di pondok pesantren," kata Nunik sambil berlinangan air mata.

Ia menceritakan bahwa sebelum Indonesia merdeka, pondok pesantren sudah ada. Cikal bakal pesantren tersebut yang menjadi dasar pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa di seluruh Indonesia untuk memberikan ilmu dunia dan akhirat.

Menurutnya, walaupun tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah, pendidikan di pondok pesantren terus hidup dan berjalan. Oleh sebab itu sudah saatnya pemerintah memperhatikan pondok pesantren.

Kemudian ia juga bersyukur Undang-Undang Nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren sudah ada kemudian ditindaklajuti dengan Peraturan Daerah. Nunik pun menyambut baik adanya regulasi ini yang didukung oleh semua pihak.

"Sudah menjadi bagian hidup saya. Dari lahir, kecil sampai sekarang saya bagian dari santri. Pesantren tidak pernah menuntut apapun dari pemerintah, pesantren terus mencerdaskan anak bangsa. Maka sudah saatnya kita memberikan perhatian. Ini kewajiban kita semua," kata Nunik yang juga putri dari Kiyai Abdul Chalim dan cicit Kiyai Ma'sum salah satu pendiri NU.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar