#beritalampung#bandarlampung#pan#pemilu

Ahli Pers Paparkan Pentingnya Pemahaman Media Massa dan Sosial pada Kampanye Pemilu ke Kader PAN

( kata)
Ahli Pers Paparkan Pentingnya Pemahaman Media Massa dan Sosial pada Kampanye Pemilu ke Kader PAN
Pemimpin Redaksi Lampung Post saat memberikan materi ke kader PAN, Sabtu, 30 Juli 2022. Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co): DPW PAN Lampung melaksanakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) II di Hotel Emersia, Sabtu, 30 Juli 2022. Selain membahas persiapan pemenangan PAN dalam Pemilu 2024, para peserta juga diberi pemahaman terkait tranformasi media dan kampanye Pemilu yang diisi oleh Pemimpin Redaksi Lampung Post Iskandar Zulkarnain.

Dalam pemaparannya Iskandar Zulkarnain mengatakan, kader PAN harus bisa memanfaatkan kecanggihan dan kemajuan dunia digital. Karena dunia digital nanti akan diakses oleh anak muda, PAN sebagai partai yang menargetkan kalangan milenial yang nantinya berpartisipasi dalam Pemilu 2024. Apalagi menurut Iskandar pengguna media sosial mencapai 191 juta atau setara 69% populasi masyarakat Indonesia.

"Jadi kader PAN nanti bisa langsung memosting dan memviralkan dirinya, bisa masuk sampai pedesaan," ujar Iskandar yang juga ahli pers asal Lampung itu.

Lanjut, Iskandar jelang Pemilu 2024, nanti dipastikan pertumbuhan penggunaan media sosial khususnya dalam kampanye akan meningkat. Dalam penggunaan kampanye via media mainstream seperti cetak, online, dan elektronik tentu harus tunduk pada UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers. Sedangkan penggunaan media sosial dalam kampanye nantinya tidak dipayungi UU Pers.

"Sehingga kalau ada masalah pemberitaan, dari media mainstream akan diarahkan ke sengketa pers. Kalau media sosial bisa terjerat UU ITE. Kalau seandainya ada hoaks dan lainnya," ujar peraih gelar Doktor di UIN Raden Intan Lampung (RIL) itu.

Karenanya, kader PAN harus benar-benar paham dan berhati-hati terhadap kampanye yang menggunakan media sosial, agar tidak terjerat masalah hukum ke depannya.

"Ini perlu saya jelaskan ke kader-kader PAN, jangan sampai waktu pemilu dihadapkan dengan persoalan hukum," katanya.

Menurut Iskandar saat ini eranya konvergensi media massa, sehingga satu perusahaan bisa memiliki banyak jenis media seperti cetak, online, elektronik, radio, hingga penggunaan media sosial. "Karena itu, kader PAN harus bisa memanfaatkan era tersebut, guna pemenangan dalam pemilu. PAN juga harus bisa menggaet kaum milenial ke depan dengan memanfaatkan era transformasi digital," katanya.

Pemateri lainnya, yakni Ketu KPU Provinsi Lampung, Erwan Bustami, memaparkan kepada peserta Rakerwil terkait PKPU 3 dan 4 terkait tahapan pemilu, serta jumlah syarat minimal keanggotaan yang telah ditetapkan, hingga proses verifkasi adminstrasi dan faktual.

Adi Sunaryo






Berita Terkait



Komentar