#organisasi#pers#dewankehormatan

Ahli Pers Dukung Polisi Tindak Tegas WL Cs

( kata)
Ahli Pers Dukung Polisi Tindak Tegas WL Cs
Ahli Pers Dewan Pers Lampung Iskandar Zulkarnain bersama Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad, saat konfrensi pers terkait WL Cs,Selasa, 15 Maret 2022. (Foto:Lampost/Salda Andala)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Ahli Pers Dewan Pers Lampung Iskandar Zulkarnain mendukung kepolisian menindak tegas pelaku pengrusakan dan pemerasan yang mengatasnamakan pers atau wartawan.

Hal ini terkait kepolisian sudah menetapkan Ketua Umum PPWI WL sebagai tersangka atas tindak pidana pengrusakan papan bunga di Mapolres Lampung Timur. Selain WL, kepolisian juga menetapkan 3 tersangka lainnya IN, ED, dan SN.

Iskandar menyebut tersangka pemerasan inisial IN yang awalnya dibela oleh WL bukan seorang jurnalis. Dalam Undang-Undang Pers No. 40 tahun 1999 bahwa seorang pekerja pers harus terdaftar di Dewan Pers dan minimal mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

"Perbuatan yang bersangkutan bukan kerja jurnalistik. Tidak bersandar Undang Undang No. 40 tahun 1999," kata Iskandar saat Konfrensi Pers bersama Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad, Selasa, 15 Maret 2022.

Iskandar menjelaskan, tindakan pemerasan yang dilakukan IN  bertentangan dengan kode etik jurnalistik. Dalam menulis sebuah berita harus disertai konfirmasi ke pihak yang diberitakan.

Didalam undang undang tersebut juga mengatur tentang perusahaan pers harus berbadan hukum dan terverifikasi Dewan Pers, lanjutnya.

"Masyarakat yang mengatasnamakan jurnalis tapi tidak profesional dan bertentangan dengan kode etik jurnalistik, silahkan kepada penyidik kepolisian untuk dikenakan pasal KUHP dan Undang Undang ITE," kata Pemimpin Redaksi Lampung Post.

Terkait organisasi pers yang di ketua WL, menurut Iskandar,  PPWI tidak terdaftar di Dewan Pers. Bahkan apa yang telah dilakukan WL cs tidak mencerminkan sebuah organisasi pers resmi.

"Untuk organisasi pers yang terdaftar bisa dicek langsung ke website Dewan Pers,  sehingga jika ada yang datang mengatasnamakan pers bisa ditanya sudah terdaftar di Dewan Pers belum," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan berkas perkara sedang dilakukan penyidikan di Polres Lampung Timur.

Para tersangka dikenakan pasal 368 dan 170 KUHPidana dan pasal 406 tentang pengrusakan ancaman minimal 2 tahun penjara.

"Berkas perkara jika selesai akan segera dilimpahkan. Dalam perkara ini tentunya kami Polres Lampung Timur dan Polda Lampung menjunjung asas persamaan hak di muka umum," ujarnya.


Sri Agustina








Berita Terkait



Komentar