#tajuklampungpost#virus-corona#covid-19

Agresif Melawan Korona

( kata)
Agresif Melawan Korona
Ilustrasi Pixabay.com

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau seluruh negara, termasuk Indonesia, untuk lebih agresif lagi melawan pandemi virus korona (Covid-19). Menurut WHO, bertahan saja tidak akan cukup untuk membendung sebaran korona. Upaya agresif, menurut WHO, adalah dengan memperbanyak jumlah tes Covid-19 serta intensif melakukan pelacakan individu serta mereka yang berpotensi terjangkit.

Karena itulah, desakan agar Kemenkes segera merealisasikan pengadaan laboratorium swab untuk tes korona di seluruh wilayah di Indonesia amat krusial. Dengan demikian, daerah akan lebih agresif lagi memerangi korona.

Faktanya, kini sejumlah daerah kesulitan dan membutuhkan waktu berhari-hari untuk mengetahui hasil tes swab bagi warganya. Dinas Kesehatan Provinsi Lampung harus mengirimkan sampel tes swab virus korona di Jakarta atau Palembang.

Proses itu cukup lambat dan menghambat waktu untuk menentukan hasil tes swab itu negatif atau positif. Hal ini membuat penentuan warga yang positif terinfeksi korona menjadi lambat, begitu pula upaya pelacakan individu terjangkit.

Keberadaan laboratorium swab ini dirasa mendesak untuk mengantisipasi puncak penyebaran korona yang diperkirakan terjadi pada Mei 2020. Hal ini juga untuk menciptakan suasana kepastian menjelang Ramadan.

Data per 12 April 2020 pukul 10.00, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mencatat 21 orang yang terkonfirmasi positif korona dengan 8 pasien sembuh dan 5 meninggal. Sementara orang dalam pemantauan (ODP) 2.349 orang. Perinciannya, 1.070 orang dalam proses pemantauan dan 1.279 orang selesai pemantauan 14 hari.

Agresif memerangi korona tidak hanya bergantung pada pengadaan laboratorium tes swab di daerah. Karena itu, kita patut mengapresiasi Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. RSUDAM Provinsi Lampung kini telah membuka pelayanan khusus untuk penanganan Covid-19. Layanan ini dibuka khusus untuk pasien dengan gejala Covid-19. Hal itu pun dilakukan untuk mencegah penularan kepada pasien lainnya yang datang.

Bila ada yang mengalami keluhan batuk, demam, sesak napas, sakit tenggorokan, atau memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit korona, periksakanlah ke layanan Corona Center ini. Kita harapkan juga pelayanan yang ditangani langsung dokter spesialis tersebut tidak dikenakan biaya.

Apa yang dilakukan pihak RSUDAM memang seharusnya dilakukan sembari menunggu harapan pelaksanaan tes swab di Lampung yang memang harus mendapat izin terlebih dulu dari Kemenkes RI. Upaya aktif memerangi korona akan meredam penambahan kasus positif Covid-19 di provinsi ini.

Selain itu, Dinas Kesehatan pun harus mempersiapkan segalanya terlebih dulu sebelum kepastian pelayanan tes swab di Lampung seperti pengadaan polymerase chain reaction (PCR) dan sebagainya di laboratorium atau rumah sakit. Denagn demikian, ke depan Provinsi Lampung akan siap melaksanakan tes swab ini dan bisa cepat menentukan pasien terkonfirmasi positif atau tidak.

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar