#AgnezMo

Agnez Mo: Feminisme Tidak Sama dengan Anti Laki-Laki

( kata)
Agnez Mo: Feminisme Tidak Sama dengan Anti Laki-Laki
Agnez Mo. Antara Foto


Jakarta (Lampost.co) -- Penyanyi Agnez Mo menyatakan bahwa feminis tidak sama dengan anti laki-laki. Ia menekankan tentang kesetaraan antara perempuan dan laki-laki serta pandangan luas tentang perempuan.

"Menjadi feminis tidak sama dengan anti kepada laki-laki. Ini tentang kesetaraan. Siapa pun yang memperjuangkan persamaan hak adalah seorang feminis," ujar Agnez Mo di akun YouTube Eventori.

Ketidaksetaraan sendiri muncul ketika adanya tekanan atau ketidakbebasan untuk pihak perempuan. Misalnya di Asia, kata Agnez, perempuan mendapatkan tekanan dengan persepsi bahwa perempuan harus memiliki rambut panjang yang berwarna hitam.

Tak hanya itu, perempuan diharuskan mengenakan pakaian yang lebih feminim dan berbicara lebih feminine. Tekanan lainnya juga membayangi kehidupan perempuan.

"Dan tekanan tersebut bahkan sampai ke tahap di mana kalau ada perempuan yang tidak bisa hamil, itu dianggap lebih rendah atau lebih tidak berguna dibandingkan perempuan lain. Betapa menyedihkannya itu," paparnya.

"Saya pikir, perubahan dimulai ketika masyarakat menyadari. Ketika masyarakat mulai mengakui dan menyadari bahwa itu bukan satu-satunya tujuan hidup yang perempuan bisa miliki," jelasnya.

Pelantun lagu Promises ini menekankan, perempuan ingin menjadi bagian dari hal yang lebih besar dan pasti bisa menjadi bagian dari suatu hal yang lebih besar itu. Perempuan juga ingin memiliki kehidupan yang bahagia dan bisa memiliki kehidupan yang bahagia.

Selain itu, perempuan juga ingin menjadi perubahan dan tentu bisa menjadi perubahan yang dibutuhkan masyarakat. Pemberdayaan perempuan tidak sekedar melibatkan perempuan dalam kondisi tertentu.

Namun, bagi Agnez, memberdayakan perempuan adalah dengan memberikan perempuan pilihan. Kebebasan perempuan dalam memilih apa yang diinginkan serta apa yang perempuan ingin lakukan dalam hidup mereka.

"Jika kamu ingin punya anak dan ingin membangun keluarga, dan itulah yang ingin kamu lakukan dalam hidup dan kamu tidak ingin bekerja, lakukanlah itu! Saya? Saya ingin punya anak suatu hari nanti. Saya sudah tahu itu. Saya ingin memiliki keluarga, tetapi itu bukan karena saya harus melakukan itu, tetapi karena saya ingin," paparnya.

Begitu pula ketika ada perempuan yang memiliki keinginan berbeda. Misalnya, tidak ingin memiliki anak, tidak ingin memiliki suami, atau jika hanya ingin fokus pada karier. Agnez Mo memberikan motivasi agar perempuan melakukan apa yang mereka inginkan itu.

"Kamu hanyalah kamu. Kamu sama berharganya. Dan saya pikir orang perlu mulai menormalisasi itu. Perempuan memiliki pilihan," tutupnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar