#lakalantas#pemudiktewas#motorVsbus

Adu Banteng Motor Lawan Bus, Pemudik Tewas di Tempat

( kata)
Adu Banteng Motor Lawan Bus, Pemudik Tewas di Tempat
Motor lawan bus di Abung Tinggi, Lampura, menyebabkan pengendara motor yang hendak mudik tewas di lokasi kejadian. (Foto:Dok.Waga)


Kotabumi (Lampost.co)-- Kecelakaan lalu lintas menimpa pemudik yang menggunakan sepeda motor Honda CBR 150 R dengan bus di Desa Sukamarga, Kecamatan Abung Tinggi, Lampung Utara. Keduanya terlibat adu banteng sehingga pengendara motor tewas di tempat.

Dalam video warga berdurasi 30 detik yang viral di media sosial,  tampak dua kenaraan yang ringsek di bagian depan, sementara pengemudi motor tergeletak di tengah jalan. Warga yang melihat langsung menutupi korban yang tak bergerak lagi itu dengan daun pisang.

Aang, saksi mata, mengatakan kejadian itu pada hari Sabtu, 30 April 2021 sekitar pukul 12.00 WIB, tepat di depan rumah makan sate gembong di Desa Sukamarga, Kecamatan Abung Tinggi, Lampung Utara.

Menurut Aang, berawal  dari motor Honda CB 150 R melaju dari arah Tanjungkarang menuju Bukitkemuning dengan kecepatan tinggi. Saat meyalip pengendara lainnya yang berada di depan, datanglah bus dari arah berlawanan dengan kecepatan sedang.

Sehingga pengendara motor yang belum diketahui identitasnya itu terpergok, dan kecelakaan adu banteng pun tidak bisa dielakan. Sepeda motor ringsek bagian depan dan juga bus ringsek bagian bemper depan.

"Dia sudah pakai helm, bawa tas juga di belakang seperti pemudik, saya lihat seketika aja langsung tabrakan," katanya, Minggu, 1 April 2022.

Setelah kejadian itu, warga yang melihat langsung berkumpul dan segera mengurai kemacetan yang sempat terjadi. Dan menutup tubuh pengendara yang sudah tewas dengan daun pisang.

"Kami  tutup sambil nunggu polisi, tak lama polisi datang dan membawa jenazah tersebut beserta dua kendaraan itu," katanya.

Ia menambahkan, dalam satu hari di daerah tersebut terjadi dua lakalantas dikarenakan jalan yang mulus serta berkelok, sehingga pengendara yang melintas melaju dengan kecepatan tinggi.

"Sudah dua kali terjadi lakalantas kemarin, di sini memang rawan kecelakan, karena jalannya berkelok atau banyak tingkungan di tambah jalan mulus," katanya.

Sri Agustina







Berita Terkait



Komentar