#nasional#pilpres2019

Adu Amunisi di Debat Keempat Malam Nanti

( kata)
Adu Amunisi di Debat Keempat Malam Nanti
Foto. Dok. MI

JAKARTA (Lampost.co) -- Debat keempat yang digelar nanti malam di Hotel Shangri-La, Jakarta, diprediksi akan berlangsung seru.

Pasalnya, waktu yang tersisa menjelang Pilpres 2019 18 hari lagi, akan digunakan oleh kedua calon presiden semaksimal mungkin, Joko Widodo dan Prabowo Subianto, untuk mendulang dukungan dari rakyat. Kedua kandidat tersebut pun bersiap dengan ‘amunisi’ mereka, yakni isu andalan masing-masing.

Jokowi akan mengusung isu pentingnya penguatan ideologi Pancasila, sedangkan Prabowo Subianto akan mengangkat isu pentingnya memperkuat hubungan internasional.

Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, mengatakan pemerintahan Jokowi sangat tegas kapada pihak-pihak yang ingin mengancam keberadaan ideologi Pancasila.

“Ketegasan beliau dalam membubarkan HTI, tidak berarti beliau anti-Islam. Ajaran HTI yang mengusung khilafah jelas bertentangan dengan NKRI,” kata Ace saat dihubungi tadi malam.

Pembubaran HTI, lanjut Ace, dalam rangka menjaga ideologi Pancasila. “Bagi pemerintahan Jokowi, menegakkan NKRI jauh lebih penting jika dibandingkan dengan hanya ingin mendapatkan dukungan politik,” tandas politikus muda Partai Golkar ini.

Selain soal ideologi, Ace Hasan juga mengatakan Jokowi menjabarkan tata kelola pemerintahan jika terpilih dalam Pilpres 2019.  

Komisi Pemilihan Umum menyiapkan sembilan panelis dalam menghadapi debat yang akan mengusung tema Ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan, serta hubungan internasional. Sebanyak 5.000 aparat keamanan dikerahkan untuk mengamankan jalannya debat tersebut.

Juru kampanye Badan Pemenang­an Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ahmad Riza Patria, mengatakan Prabowo sangat menguasai tema debat keempat.

“Berbicara ideologi, insya Allah Pak Prabowo tak diragukan lagi, tentu Pancasila,” kata Ahmad Riza Patria di Kantor KPU Jakarta, kemarin.

Menurut dia, Prabowo merupakan sosok yang sangat memahami Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Sikap pancasilais Prabowo itu dibuktikan dengan mengusung Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok dalam Pilkada DKI 2012.  

Direktur Materi dan Debat BPN Sudirman Said mengatakan Prabowo akan berfokus untuk menciptakan pemerintahan yang kuat, tapi juga aktif di kancah global. “Kita makin tidak eksis di dunia global, empat tahun berturut-turut Pak Jokowi tak hadir di sidang PBB,” kata Sudirman.

Tak perlu latihan
Terkait debat, Jokowi mengaku tidak memilik persiapan khusus, seperti simulasi. Namun, ia mengaku akan menyiapkan sejumlah data jika dibutuhkan guna menjawab pertanyaan panelis debat. “Simulasi apa? (Simulasi debat). Enggaklah. Dulu hanya yang (debat) pertama dengan Kiai Ma’ruf. Setelah itu, biasa saja,” pungkasnya.

Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes menilai topik pertahanan dan keamanan bakal menjadi isu hangat.

“Pada topik itu yang mungkin diperdebatkan ialah posisi pemerintah terkait wacana penempatan prajurit TNI di jabatan sipil. Inilah yang akan digunakan penan­tang untuk men-challenge petahana. Kemudian soal keamanan di Papua, alutsista, dan profesionalitas TNI pasti ikut dibahas,” ungkapnya.

Direktur Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Fakultas Hukum Universitas Andalas Padang, Sumatra Barat, mengatakan isu Pancasila versus khilafah menjadi penting untuk membedakan entitas politik masing-masing.

“Namun, jika Jokowi tidak hati-hati, kekuatan militan akan semakin kuat menentangnya,” tandasnya.

MI

Berita Terkait

Komentar