#add#lamsel#gajiaparturdesa#beritalampung

ADD tak Cukup, Gaji Aparatur Desa Diambil dari Sumber Lain 

( kata)
ADD tak Cukup, Gaji Aparatur Desa Diambil dari Sumber Lain 
Ilustrasi (Google image)

KALIANDA (Lampost.co)--Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyatakan penggajian aparatur desa yang bakal disesuaikan dengan gaji pokok pegawai golongan II a bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD). Jika, tidak mencukupi dari anggaran ADD 2019. Maka akan dicarikan dari sumber lain.

"Apabila masih tidak mencukupi juga, maka gaji aparatur desa akan diberikan paling lambat Januari 2020 mendatang. Hal ini sesuai dengan isi dalam pasal 81 (huruf) A pada PP No.11/2019 tentang perubahan kedua atas PP No.43/2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Desa,"ujar Sekretaris Kabupaten Lampung Selatan Fredy SM, Rabu (20/3/2019).

Menurut Fredy SM, pihaknya akan segera menindaklanjut atas terbitnya PP tersebut, dengan mengeluarkan sebuah peraturan agar dapat merealisasikan PP tersebut. "Ya kita tindaklanjut, mungkin dengan mengeluarkan peraturan bupati (Perbub)," katanya.

Hal senada dikatakan Kepala Seksi Pengelolaan Dana Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Lampung Selatan M.Iqbal Fuad,  menyatakan dalam PP No. 11/2019 tentang perubahan kedua atas PP No.43/2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Desa dijelaskan penghasilan tetap diberikan kepada kepala desa, sekretaris desa, dan perangkat desa lainnya yang dianggarkan dalam APBDesa yang bersumber dari ADD. 

Kendati demikian, kata dia, besaran pagu ADD Pemkab Lampung Selatan tahun 2019 sebesar Rp107,1 miliar tidak mencukupi.
"Di PP itu dijelaskan besaran gaji yang diterima oleh para perangkat desa. Tapi, kalau kita mau menerapkannya sekarang tentunya  anggaran ADD kita tidak mencukupi. Setelah kita hitung, kita masih kekurangan sekitar Rp45 miliar-an,"katanya.
 

Juwantoro



Berita Terkait



Komentar