#adaptasi#hidup#setitikair

Adaptasi Hidup

( kata)
Adaptasi Hidup
Foto dok

 

MANUSIA punya proses adaptasi yang bisa diasah. Adaptasi itu sebagai proses menyesuaikan diri dengan lingkungannya untuk bertahan hidup. Bertahan hidup maksudnya bisa saja bekerja mencari nafkah, menambah penghasilan, atau berbisnis.

Lalu bagaimana dengan hewan? Pengamatan di rumah, ada seekor cicak kesulitan berjalan merayap di keramik yang menempel di dinding dapur untuk mencari makanan. Namun, selang beberapa bulan berikutnya, cicak mulai bisa merayap ke keramik yang licin.

Artinya, hewan pun beradaptasi untuk mencapai tujuannya, yaitu mencari makanan di dapur. Kemudian, kumpulan semut di gudang yang bisa menembus plastik berisi 5 kg beras. Plastik berbahan polietilen itu dapat dimasuki kerumunan semut merah. Tujuannya, untuk mencari makanan untuk diberikan ke sang ratu semut.

Adaptasi terbagi menjadi fisiologi, morfologi, dan tingkah laku. “Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (An-Nur:45).

Jika hewan saja bisa beradaptasi, manusia harus lebih elegan cara beradaptasinya. Adaptasi merupakan proses yang membuat mahluk hidup semakin cocok atau sesuai dengan habitatnya. Adaptasi ini diperlukan makhluk hidup di bumi.

Sesungguhnya, Rab tidak menciptakan sesuatu dari yang tidak hidup, sehingga teori seleksi alam gagal menjelaskan bagaimana atau dari mana kehidupan awal mulai tercipta dan tetap berpegang pada prinsip  kebetulan.

Bagaimana makhluk hidup dapat menjadi hidup dari sesuatu yang mati? Rasanya mustahil. Lalu, mengapa sesuatu yang telah mati tidak dapat dihidupkan kembali misal oleh manusia walaupun telah diperbaiki dan diperbaharui semua organ tubuhnya? Di dalam pandangan Islam, konsep seperti ini kembali ke dasar elemen kehidupan, yang dinamakan ruh. 

Dalam firman Allah Swt, “Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah memulakan penciptaan (makhluk), kemudian Dia mengulanginya (kembali). Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. Katakanlah: “Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah memulakan penciptaan (makhluk), kemudian Allah menjadikan kejadian yang akhir. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” (Al-Ankabut: 19-20).

Saya mengingatkan bahwa sudah banyak yang memeluk islam, tapi bagaimana yang sudah beradaptasi? Poin utamanya adalah akidah. Apakah akidah Rab swt sudah tertancap kuat dalam diri kita sehingga memengaruhi kehidupan kita sehari-hari, serta apa saja subbagian yang membentuk akidah?

Akidah yang sesuai dengan Alquran dan sunah nabi Muhammad SAW merupakan akidah yang harus dipegang. Semoga, di setiap proses kehidupan di dunia ini, proses adaptasi kita semakin dipermudah ke arah yang lebih baik.

Dian Wahyu Kusuma

loading...

Berita Terkait

<<<<<<< .mine
loading...
||||||| .r621
loading...
=======
>>>>>>> .r624

Komentar