#TKI#Pekerjamigran

49.505 Warga Lampung Mencari Nafkah di Luar Negeri

( kata)
49.505 Warga Lampung Mencari Nafkah di Luar Negeri
Pekerja Migran Indonesia asal Lampung di Wisma Haji Bandar Lampung saat pulang kedaerah asalnya beberapa waktu lalu. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sebanyak 49.505 warga Lampung menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di negara lain. Kabupaten Lampung Timur dan Lampung Tengah menjadi daerah penyumbang PMI terbanyak.

Kepala Dinas Tenagakerja Provinsi Lampung, Agus Nompitu, mengatakan data itu termuat di Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKO P2MI) pada periode 2018 sampai 2020. Rinciannya, pada 2018 sebanyak 18.827 warga Lampung merantau ke luar negeri, 2019 ada 21.486 orang, dan pada 2020 ada 9.192 orang.

"Semenjak 2018 sampai 2020 ada 49.505 orang warga Lampung yang bekerja di luar negeri," kata Agus Nompitu, Kamis, 25 Maret 2021.

Ia mengatakan untuk daerah-daerah kantong PMI di Lampung yang tertinggi yakni asal Lampung Timur sebanyak 18.702 orang dengan rincian di tahun 2018 ada 6.893 orang, di tahun 2019 ada 8.078 orang, dan tahun 2020 ada 3.731 orang. Kemudian disusul oleh Kabupaten Lampung Tengah sebanyak 7.832 orang dengan rincian di tahun 2018 ada 3.055 orang, tahun 2019 ada 3.329 orang, dan tahun 2020 ada 1.448 orang.

Kemudian Lampung Selatan sebanyak 4.409 orang dengan rincian pada 2018 ada 1.796 orang, tahun 2019 ada 1.786 orang, dan tahun 2020 ada 827 orang. Sementara daerah yang paling sedikit warganya yang bekerja di luar negeri adalah Pesisir Barat sebanyak 50 orang dengan rincian pada 2018 ada 28 orang, 2019 ada 11 orang, dan 2020 ada 11 orang.

Sedangkan untuk data kepulangan Pekerja Migran Indonesia dan Calon Pekerja Migran Indonesia baik prosedural dan nonprosedural di Lampung selama pandemi Covid-19 periode 1 Januari 2020 - 22 Maret 2021 ada 1.847 orang. Ada banyak permasalahan yang membuat PMI pulang ke daerah asalnya. Permasalahan tersebut seperti PMI Prosedural yang habis kontrak kerjanya ada 1.654 orang, dan persoalan lainnya ada 38 orang.

Sementara untuk PMI Unprosedural, permasalahan yang melanda PMI diantaranya meninggal dunia ada 14 orang, tidak betah 1 orang, melarikan diri 1 orang, beban kerja terlalu berat 2 orang, dideportasi 63 orang, sakit 3 orang, dan permasalahan lainnya 2 orang. Kemudian ada 69 orang calon PMI yang pulang ke daerahnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar