#Terorisme#Separatisme#Abu-Sayyaf#Jokowi

Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp8,1 Miliar ke Jokowi

( kata)
Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp8,1 Miliar ke Jokowi
Illustration (Photo:Medcom.id/M Rizal)

Kota Kinabalu (Lampost.co) -- Tiga warga negara Indonesia (WNI) yang diculik Abu Sayyaf pada September lalu di perairan Lahad Datu, Malaysia, meminta dibebaskan. Lewat sebuah video mereka meminta agar Presiden Joko Widodo membantu membebaskan mereka.

"Kami meminta Presiden Indonesia untuk membantu membebaskan kami. Kelompok Abu Sayyaf meminta tebusan 30 juta peso (setara Rp8,1 miliar)," kata mereka dalam video tersebut, dilansir dari laman The Star, Kamis, 21 November 2019.

Ketiga WNI tersebut diidentifikasi sebagai Maharudin Lunani, 48, anaknya Muhammad Farhan, 27, dan anggota kru lainnya, Samiun Maneu, 27. Mereka merupakan nelayan Indonesia dan bekerja di Malaysia.

"Kami ditangkap Kelompok Abu Sayyaf pada 24 September 2019," kata Samiun dalam Bahasa Indonesia.

Sementara itu, dikutip dari Daily Express, sumber dari Filipina mengatakan bahwa para sandera berada dalam 'kekuasaan' dua pemimpin Abu Sayyaf.

"Tiga orang Indonesia ini dipantau dari Barangay Kagay, Indanan, Sulu pada 3 November, di bawah asuhan sub-pemimpin Abu Sayyaf, Sibih Pisih," kata sumber militer tersebut.

Ketiga WNI ini ditangkap di perairan Lahad Datu, Malaysia. Mereka tengah mencari ikan ketika ditangkap pihak Abu Sayyaf.

Selain kepada Presiden Jokowi, ketiganya juga meminta agar bos mereka ikut bantu membebaskan.

"Kami berharap bos kami, majikan kami, akan membantu mengamankan kebebasan kami," pungkasnya.

 

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar