#kapalhilang#kmemj7

ABK KM EMJ 7 Disebut Berpotensi Jadi Korban Human Trafficking

( kata)
ABK KM EMJ 7 Disebut Berpotensi Jadi Korban <i>Human Trafficking</i>
Keluarga ABK saat berada di kantor PT. Sutioso Bersaudara perwakilan Lampung. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI) Lampung berencana melaporkan PT. Sutioso Bersaudara ke Mabes Polri. Laporan itu bertujuan meminta kepolisan mengusut perusahaan yang telah dianggap tidak terbuka dan lepas tanggung jawab atas hilangnya anak buah kapal (ABK) KM EMJ 7.

"Mereka ini ingin lepas tanggung jawab dan saling lempar tentang pencarian ABK yang hilang kontak. Terakhir mereka dikabarkan ingin pindah tempat ke Lombok," kata Ketua PBHI Provinsi Lampung, Aswan Abdurachman, Rabu, 17 November 2021.

Ia melanjutkan, ada pula dugaan human traficking alias perdagangan manusia yang dilalukan perusahan. Pasalnya, ia sudah berkoordinasi dengan Marinir dan penjaga mercusuar di perbatasan laut yang keduanya tak mengetahui sedikit pun tanda-tanda hilangnya KM EMJ 7. 

Baca: Pemilik KM EMJ 7 Dituding Lari dari Tanggung Jawab

 

"Mereka tidak tahu dan tidak mendapat informasi adanya kapal hilang. Ada sesuatu di balik semua ini, apakah mereka tidak kordinasi?" katanya.

Aswan mengaku, pihaknya juga akan mengajukan gugatan perdata ke pengadilan jika penyebab dan bukti autentik sudah didapatkan. 

"Kami pastikan dulu. Kami masih meminta pertanggung-jawaban perusahaan," katanya.

Menurut dia, keluarga berhak mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum dengan dasar Pasal 10 ayat (1) PP 17/1965 tentang pelaksanaan dana pertanggungan wajib kecelakaan penumpang.

"Dalam aturan itu dijelaskan, kapal perusahaan, penumpang, diberi jaminan pertanggungan kecelakaan diri selama penumpang itu berada di dalam alat angkutan yang disediakan pengangkutan," kata dia. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar