#danadesa#beritalambar#pembangunandesa

Abaikan Pengembalian Kerugian Negara, Pj Peratin Dipolisikan

( kata)
Abaikan Pengembalian Kerugian Negara, Pj Peratin Dipolisikan
Korupsi dana desa. Ilustrasi


Liwa (Lampost.co) -- Mantan Penjabat Peratin Pekon Pajaragung, Kecamatan Belalau, Lampung Barat, Sahferi, dilaporkan ke polisi. Pasalnya, dia tidak dapat mengembalikan kerugian negara senilai Rp313 juta atas dugaan penyimpangan dana desa 2019.

Kepala Inspektorat Lampung Barat, Nukman, menjelaskan dugaan penyimpangan dana desa Pekon Pajaragung senilai Rp313 juta yang dilakukan kini dilimpahkan ke polisi atas rekomendasi pimpinan pada akhir Januari lalu. Sebab, mantan Pj Peratin Pekon Pajaragung itu tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk mengembalikan kerugian negara sesuai hasil audit.

“Padahal, Sahferi sudah dipanggil dan diberikan kesempatan cukup lama untuk mengembalikan kerugian negara itu. Namun, justru tidak ada itikad baik untuk menunaikannya,” kata Nukman, Senin, 22 Februari 2021.

Atas hal itu, Pemkab pun masih melakukan pemanggilan terlebih dahulu, tetapi yang bersangkutan tetap tidak merespon. Untuk itu, atas waktu panjang yang diberikan itu pihaknya pun kini harus melimpahkan perkara itu ke polisi.

Isinya kata Nukman yaitu meminta supaya pihak APH menelaah dan menindaklanjuti tentang hasil/temuan tim APIP terhadap dugaan penyimpangan dana desa yang dilakukan oleh mantan Pj peratin Pajaragung itu.

Dalam perbuatan Sahferi, berdasarkan hasil audit tim pemeriksa menemukan adanya indikasi kelebihan pembayaran upah pekerja dan kelebihan bayar semen. Lalu pajak PPN, PPh dan pajak daerah pada pengeluaran Januari-Juni dan Juli-Desember 2019 tidak disetorkan.

Kemudian terdapat kegiatan yang tidak dilaksanakan hingga akhir 2019, honor tim pendamping pekon tidak dibayarkan dan diduga menerima gaji ganda yaitu sebagai PNS dan Pj Peratin Mei-Juni 2019 dan Juli-Desember 2019. Dari keseluruhan itu total kerugian negara mencapai Rp313 juta.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar