#tajuklampungpost#galian-spam#dampak-galian-spam

Abai Dampak Galian SPAM

( kata)
Abai Dampak Galian SPAM
foto dok. lampost.co

SISTEM penyediaan air minum (SPAM) menjadi salah satu proyek strategis nasional (PSN) dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo. Pelaksanaan SPAM tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum.

PP tersebut mengamanatkan pembangunan prasarana dan sarana SPAM sangat diperlukan masyarakat, terutama di perkotaan yang banyak kesulitan mendapatkan air bersih. Namun, apa lacur, pembangunan proyek yang sedang berjalan malah justru menimbulkan masalah. Pengerjaan yang dilakukan asal-asal banyak dikeluhkan masyarakat karena menimbulkan ketidaknyamanan bahkan membahayakan.

Pembangunan sarana dan prasarana SPAM yang diawali dengan penggalian tanah untuk memasang pipa saluran asing meninggalkan bekas galian yang tidak ditutup dengan baik di jalan-jalan utama. Akibatnya, kemacetan lalu lintas kerap terjadi karena hanya sebagian jalan yang dapat dilintasi. Belum lagi ancaman banjir di musim hujan seperti saat ini.

Kelalaian kontraktor pelaksana galian sudah dirasakan warga di Jalan Bumimanti, Kampungbaru, Bandar Lampung, yang mengalami banjir akibat drainase tertutup galian proyek SPAM. Belum lagi, dump truck bermuatan pasir ambles di lokasi proyek yang baru rampung digarap perusahaan pemenang tender SPAM di Jalan Pramuka, Bandar Lampung.

Tentunya kondisi itu membuat masyarakat seakan antipati akan pembangunan yang masuk daftar proyek strategis nasional tersebut. Bahkan masyarakat sudah berani menolak penggalian yang akan dilakukan di wilayah permukimannya. Seperti yang dilakukan warga Rajabasanunyai. Mereka tidak ingin bekas-bekas galian mengancam kegiatan harian mereka.

Penolakan masyarakat itu dapat menjadi cermin bagi para pengambil keputusan, termasuk kontraktor dan Pemkot. Dalam mengerjakan proyek pemerintah yang berada di tengah masyarakat untuk berhati-hati.

Pembangunan jangan hanya mengejar keuntungan dan memenuhi target waktu, tetapi meninggalkan hal yang menyangkut kepentingan masyarakat. Perlu diperhatikan dampak lingkungan dan sosial dari pelaksanaan proyek selama dan setelah pengerjaan agar dapat diterima masyarakat.

Harus diakui pembangunan proyek SPAM bertujuan kepentingan rakyat. Namun, bukan berarti dalam pengerjaan boleh mengorbankan kepentingan rakyat yang lain.

Pelaksanaan pembangunan harus memiliki perencanaan yang matang dan memenuhi standar mutu dan diawasi pengawas maupun pihak-pihak yang bertanggung jawab agar proyek berjalan baik tanpa menimbulkan masalah baru. Justru pembangunan SPAM harus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan apa yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dengan baik dan berkelanjutan.

Kita berharap proyek SPAM di Bandar Lampung yang menelan anggaran Rp1,26 triliun dapat berjalan baik. Pelaksana pembangunan pun lebih memperhatikan dampak dari penggalian yang kurang rapi tersebut. ***

 

 

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar