#gizianak

986 Ahli Lampung Komitmen Perbaiki Gizi Masyarakat

( kata)
986 Ahli Lampung Komitmen Perbaiki Gizi Masyarakat
Pelantikan pengurus DPD Persagi Lampung periode 2022-2027, di Hotel Bukit Randu, Bandar Lampung, Sabtu, 14 Januari 2023. Lampost.co/Effran


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Gizi menjadi salah satu masalah yang harus diperhatikan bersama. Pemerintah dan seluruh pihak terkait di dalamnya perlu berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat dalam memenuhi gizi seimbang. Hal itu khususnya wajib dilakukan 986 ahli gizi di Bumi Ruwa Jurai ini.

Ketua DPD Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Lampung, Bertalina, menjelaskan dalam persoalan gizi banyak yang harus diperhatikan bersama, seperti anak sekolah dan pondok pesantren. Sebab, kedua sektor itu banyak yang belum tersentuh gizi dengan baik.

“Anak-anak sekolah dan ponpes itu harusnya bisa dipastikan status gizinya baik atau tidak,” kata Berta, saat pelantikan pengurus DPD Persagi Lampung periode 2022-2027, di Hotel Bukit Randu, Bandar Lampung, Sabtu, 14 Januari 2023.

Dia melanjutkan untuk persoalan menjadi tugas ahli gizi untuk meningkatkan kualitas gizi bagi masyarakat di Lampung. “Persagi bisa memberikan dampak seluas-luasnya untuk memperhatikan gizi masyarakat,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung, Reihana, mengatakan ahli gizi diharapkan dapat menjalankan tugas dan fungsinya sesuai kompetensi yang dimiliki.

“Hal itu dengan memperbaiki mutu gizi masyarakat, mulai dari ibu hamil hingga lansia, serta kepada korban bencana,” kata Reihana.

Apalagi, persoalan gizi utama saat ini datang pada gizi buruk atau stunting. Adapun Lampung saat ini memiliki pravelensi stunting 12,9 persen pada akhir 2022. Persentase sebaran stunting di masyarakat itu terus mengalami penurunan signifikan mulai 2019 yang mencapai 26,26 persen menjadi 18,5 persen pada 2021.

Kendati demikian, angka itu harus terus ditekan dengan terus memberikan asupan bergizi kepada ibu hamil dan anak-anak.

“Untuk itu ahli gizi diharapkan dapat mengupayakan dan mensosialisasikan sadar gizi seimbang kepada seluruh sasarannya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPP Persagi, Rudatin, mengatakan keberadaan ahli gizi di Indonesia sangat penting. Untuk itu, Indonesia perlu banyak profesi tersebut.

Berdasarkan data yang diperbarui secara sistematis, ahli gizi di Tanah Air saat ini 47.921 orang. Sedangkan Lampung terdapat 986 ahli gizi. Jumlah itu diharapkan terus bertambah karena untuk meningkatkan mutu kesehatan diperlukan tenaga kesehatan yang berkualitas.

“Tenaga gizi yang diharapkan dapat memenuhi jenis dan kualifikasi sesuai perkembangan dan tuntutan kebutuhan di tempat kerja dan peraturan perundang-undangan yang ada,” kata dia.

Kegiatan yang digelar secara hibrid, yaitu tatap muka dan virtual itu juga dibarengi dengan sumpah profesi nutrisionis dan seminar nasional bertema Transformasi Kesehatan dan Problematika Ahli Gizi Pada Dunia Kerja di Era Globalisasi.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar