#kekeringan#kemarau#autp#beritalamsel

90 Ha Tanaman Padi di Sragi Terancam Kekeringan

( kata)
90 Ha Tanaman Padi di Sragi Terancam Kekeringan
Kondisi tanaman padi yang mulai mengering di Desa Sumberagung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, Senin (5/8/2019). Lampost.co/Armansyah

KALIANDA (Lampost.co) -- Dampak dari musim kemarau, seluas 90 hektare tanaman padi di Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, terancam kekeringan. Petani setempat khawatir tanaman padi mereka akan rusak hingga gagal panen.

Seperti yang diungkapkan, Wartono (46) petani asal Desa Sumberagung. Dia mengaku tanaman padu miliknya kini mulai mengering. Sebab, ketersediaan pasokan air untuk mengairi lahan mereka sudah tidak ada. "Saluran irigasi sudah tidak ada lagi. Sedangkan, kami tidak ada sumur bor. Kami hanya mengandalkan saluran irigasi dan hujan. Kami khawatir tanaman padi sekitar umur 25 hari setelah tanam (HST) akan rusak karena kekurangan air," ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian (P3) Kecamatan Sragi, Eka Saputra mengatakan pihaknya hingga saat ini masih mendata luasan areal sawah yang terancam kekeringan. Namun, data sementara baru seluas 90 hektare tanaman padi yang terancam kekeringan. "Berdasarkan laporan dari petani baru ada 90 hektare. Semua tersebar di Desa Sumberagung, Margajasa dan Sumbersari. Tapi, data ini masih bisa bertambah karena Para PPL masih mendata luasannya" kata dia.

Eka mengaku saat ini di Kecamatan Sragi terdapat lahan sawah yang sudah ditanami padi seluas 350 hektare dan persemaian untuk luasan sekitar 1.130 hektare. Untuk itu, ancaman kekeringan bisa saja bertambah. "Disini yang sudah tanam berikut luasan persemaian yang ada sekitar 1.480 hektare. Sedangkan, hamparan sawah di Kecamatan Sragi terdapat seluas 2.690 hektare. Insyaallah Rabu mendatang data sudah ada semua," kata dia.

Mengenai asuransi usaha tani padi (AUTP), kata Eka, hingga saat ini minat petani untuk bergabung AUTP masih minim. Dimana, baru ada seluas 25 hektare tanaman padi yang sudah didaftarkan. "Baru ada satu kelompok yang baru daftar AUTP. Itupun biaya preminya belum didaftarkan karena gangguan sistem. Untuk itu, kami imbau kepada petani agar daftar ke AUTP dalam antisipasi musim kemarau ini," kata dia.

Armansyah



Berita Terkait



Komentar