#Covid-19lampung

9 Warganya Kena Korona, Desa Baliagung Disemprot Disinfektan

( kata)
9 Warganya Kena Korona, Desa Baliagung Disemprot Disinfektan
Satgas penanganan Covid-19 tingkat Desa Baliagung, Kecamatan Palas, Lampung Selatan saat melakukan penyemprotan disinfektan di dua dusun, Rabu 16 Juni 2021. Dok. Pemdes Baliagung


Kalianda (Lampost.co) -- Pemerintah Desa Baliagung, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, melakukan penyemprotan disinfektan di dua dusun. Hal ini dilakukan karena terdapat sembilan warga yang terkonfirmasi virus Covid-19.

Kepala Desa Baliagung, Made Suwisnu Ngabdi mengatakan pihaknya melakukan penyemprotan disinfektan karena adanya sembilan warga yang terpapar Covid-19. Penyemprotan disinfektan itu difokuskan di lingkungan Dusun VI dan VIII.

"Hanya dua Dusun yang kami fokuskan penyemprotan disinfektan. Soalnya, kesembilan warga yang terpapar Covid-19 itu berada di dua dusun itu. Kemudian, kami bagikan masker juga keoada masyarakat di dua dusun itu," kata dia, Rabu, 16 Juni 2021.

Dia mengatakan penyemprotan disinfektan tersebut bertujuan untuk antisipasi penyebaran virus korona tidak meluas. Ia meyakini penyemprotan ini efektif untuk memutus mata rantai persebaran covid-19 di desa setempat.

"Melalui penyemprotan ini diharapkan penyebaran Covid-19 bisa ditekan semaksimal mungkin. Mudah-mudahan penyebaran virus korona ini bisa terputus dan tidak meluas," kata dia.

Made Suwisnu mengatakan pihaknya kembali mengingatkan dan meminta masyarakat agar patuh pada protokol kesehatan (prokes) dengan cara melakukan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan menjaga mobilitas.

"Jika tidak mendesak, maka untuk sementara lebih baik tidak berpergian ke luar daerah. Mari bersama-sama memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 ini," kata dia.

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Rawat Inap Bumidaya Kecamatan Palas, S. Yasir mengatakan selain penyemprotan disinfektan, upaya lain dalam penanganan kasus Covid-19 ini pihaknya juga akan melakukan pemantauan aktif selama 14 hari kedepan.

"Pasti dalam pemantauan kami selama isolasi mandiri 14 hari dirumahnya masing-masing. Kemudian, kami minta bagi yang kontak erat diharapkan untuk karantina dulu sebelum dilakukan rapid test antigan serta tetap jaga protokol kesehatan," kata dia.

Winarko







Berita Terkait



Komentar