#pungli#gantirugitol#beritalampung#persidangan

9 Saksi Dihadirkan di Sidang Kasus Pungli Ganti Rugi Tol Desa Kekiling

( kata)
9 Saksi Dihadirkan di Sidang Kasus Pungli Ganti Rugi Tol Desa Kekiling
Suasana persidangan mendengarkan keterangan saksi kasus pungli di Desa Kekiling. Lampost.co/Ahmad Amri

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sembilan saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan penyalahgunaan wewenang atau dugaan pungutan uang kompensasi pembuatan jalan tol oleh warga kepada kepala Desa Kekiling, Lampung Selatan merupakan ucapan terima kasih.

Hal itu disampaikan oleh beberapa orang saksi dalam sidang lanjutan yang dipimpin oleh Ketua Mejelis Hakim, Syamsudin dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan sembilan saksi yang merupakan tukang pembuat bata (tobong bata).

Ketua Mejelis Hakim, Syamsudin dalam sidang itu menanyakan kepada salah satu saksi bernama Kartini, apakah setelah pembuatan surat tanah ada permintaan dari kepala desa agar memberikan sejumlah uang. "Enggk ada permintaan. Saya memberikan uang sebagai ucapan terima kasih seikhlasnya saya. Waktu itu, saya kasih uang empat juta. Dua juta untuk pak Kades dan dua juta saya sumbangkan untuk pembangunan masjid," kata Kartini dalam sidang di PN Tanjungkarang, Senin, 7 Oktober 2019.

Berita terkait:

Pungli, Kades Kekiling Terancam Hukuman 4 Tahun Penjara

Masyarakat Diminta Tidak Buru-Buru Memvonis Kades Kekiling Bersalah

Hal yang sama juga ditanyakan oleh ketua Majelis Hakim kepada salah satu orang saksi, bernama Kartono yang menanyakan apakah memberikan uang atas permintaan kepala desa sebelum pencairan dana kompensasi dari pihak pengembang jalan tol.

"Waktu itu saya kasih uang bukan sama bapak kepala desa. Tapi melalui kadusnya sebesar dua juta sebagai ucapan terima kasih, karena sudah dibantu sehingga dana bisa cair," kata Kartono.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum, Eko Adi Setianega mempertanyakan kepada para saksi apakah pemberian uang kepada kepala desa ada perjanjian sebelumnya. Salah satu dari saksi mengatakan pada saat berkumpul bersama, kepala desa pernah meminta uang jika sudah ada pencairan dari kompensasi. "Iya waktu kumpul, bapak kades pernah bilang kalau sudah cair uangnya jangan lupa sama saya," ujar salah satu saksi dalam persidangan tersebut.

Kemudian, selesai JPU memberikan pertanyaan, kepada para saksi kepala Desa Kekiling, Idham Husen tanpa penasehat hukum memberikan pertanyaan kepada para saksi. "Apakah kalian memberikan uang itu ada unsur paksaan," tanya terdakwa.

Langsung dijawab dengan serentak oleh para saksi. "Tidak ada paksaan, uang itu kami berikan secara ikhlas," ujar para saksi.

Usai pertanyaan dari kepala desa, ketua Mejelis Hakim langsung menutup sidang dan akan dilanjutkan sidang berikutnya dengan agenda keterangan saksi kepala dusun.

Ahmad Amri



Berita Terkait



Komentar