#ekonomilampung#pemkab

9 Misi Pemkab untuk Dongkrak Perekonomian Warga Lamtim

( kata)
9 Misi Pemkab untuk Dongkrak Perekonomian Warga Lamtim
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. Dok Medcom.id


Sukadana (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur (Lamtim) menegaskan terus berupaya dalam memacu perekonomian dan mengentaskan kemiskinan warga. 

Bupati Lamtim, M Dawam Rahardjo mengatakan, setidaknya ada sembilan misi yang ia anut demi menggenjot tingkat perekonomian di Lamtim.

"Yakni peningkatan peran koperasi, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan lembaga keuangan lainnya dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat agar berdaya saing dengan berbasis perekonomian lokal," ujar dia, Senin, 15 Agustus 2022.

Baca: Pertumbuhan Ekonomi Lampung pada Triwulan II Tertinggi Se-Indonesia

 

Bupati juga menjelaskan, sasaran dari misi tersebut adalah meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor perdagangan dan perlindungan daerah.

"Agenda yang telah terlaksana seperti sinergi Smart Village dalam mendorong pengembangan ekonomi desa dan mengentaskan 63 desa tertinggal di Lamtim pada 2020," katanya. 

Begitu pula sinergi APBDes di tahun 2022 melalui Dinas, Bappeda, Kominfo, dan Dinas PMD dengan pagu anggaran Rp2.000.000.000.

Selanjutnya, memfasilitasi sentra-sentra UMKM dalam memenuhi tren kebutuhan pasar saat ini dan mewujudkan one village one product di tahun 2021 melalui Dinas Kopnaker dengan pagi anggaran Rp1.000.000.000.

Dalam bidang wisata, Dawam mengatakan telah memfasilitasi destinasi wisata level desa dan kecamatan di tahun 2021 melalui Dinas Pariwisata dengan pagu anggaran Rp500.000.000.

"Kami juga telah meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi dalam pemasaran produk unggulan desa (online shop) di tahun 2021 melalui Dinas Kopnaker, PMD, dan Dinas Perindag dengan pagu anggaran Rp200.000.000," paparnya.

"Selanjutnya meningkatkan peran koperasi dan Bumdes dalam memfasilitasi pengembangan ekonomi desa di tahun 2021 melalui Dinas PMD dan Kopnaker dengan pagu anggaran senilai Rp200.000.000," sambung Dawam.

Di kalangan remaja, Bupati Dawam mengaku telah mendorong industri kreatif dan start up  berbasis potensi dan kearifan lokal melalui Dinas Kominfo, Kopnaker, Perindag, dan Dikbud.

"Pada tahun 2022 Triwulan 2, capaian pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung sebesar 5,22 persen. Sedangkan Kabupaten Lamtim masih dalam proses perhitungan BPS yang akan terbit September 2022," kata Dawam.

Menurutnya, di tahun 2021 pertumbuhan ekonomi Lamtim sebesar 1,24% dengan target pada 2023 sebesar 4,2%. Lalu PDRB per kapita di tahun 2021 sebesar Rp36,8 juta sedangkan target di 2023 sebesar Rp38,9 juta.

Dawam juga menerangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Lamtim tahun 2021 sebesar 69,66 dan target di 2023 sebesar 70,86.

"Sementara angka kemiskinan di Lamtim tahun 2021 sebesar 15,08 persen sedangkan target 2023 sebesar 14,62 persen," ungkap Dawam.

Selain itu, tingkat pengangguran terbuka di Lamtim pada 2021 sebesar 3,05%. Sedangkan target di 2023 sebesar 2,89%.

"Untuk rasio gini Lamtim di tahun 2021 sebesar 0,32 poin dan target di 2023 sebesar 0,34 poin," katanya.

Disamping itu, Dawam juga menuturkan tingkat kemantapan jalan kabupaten tahun 2021 sebesar 58,20%, sedangkan target di 2023 sebesar 60 sampai dengan 62%. Untuk Nilai Tukar Petani (NTP) tahun 2021 sebesar 106,3 dan target di 2023 sebesar 103,33.

"Kalau untuk Opini BPK di tahun 2021 kita mendapatkan WTP dan target di 2023 juga bisa mendapatkan WTP," pungkas Dawam.

Sobih AW Adnan








Berita Terkait



Komentar