#korupsi#kejati

9 Koruptor Masih Diburu Kejati Lampung

( kata)
9 Koruptor Masih Diburu Kejati Lampung
Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung. Dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sebanyak 19 nama masih tercatat dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung. Sembilan orang di antaranya adalah tersangka dan terpidana tindak pidana korupsi (Tipikor).

Selama 2021, Kejati Lampung telah menangkap satu buronan korupsi, dan satu DPO lainnya dinyatakan meninggal. Mereka adalah Abdul Mukti, terpidana korupsi proyek pembangunan SMAN 6 Metro pada 2013 dengan kerugian negara Rp54 juta, dan Satono, terpidana kasus korupsi APBD Lampung Timur (Lamtim) yang merugikan negara mencapai Rp119 miliar. Satono meninggal pada 12 Juli 2021 lalu.

Kemudian, Tim Tabur Kejati juga menangkap dua DPO, Misrak di Way Kanan, yang divonis delapan tahun penjara, serta Charles, pelaku penganiayaan hingga tewas di Mesuji pada 2006. Keduanya ditangkap pada November 2021.

"Selama 2021, satu DPO Tipikor ditangkap dan satu meninggal, kemudian dua DPO pidana umum (Pidum) masih buron," ujar Kasipenkum Kejati Lampung, I Made Agus Putra, Jumat, 28 Januari 2022.

Baca: KPK Hapus Istilah OTT

 

Made menyebutkan, pihaknya terus melakukan upaya pencarian DPO dengan berbagai cara. Termasuk di antaranya menyebarkan identitas dan wajah para pelaku, bahkan dipajang pada di videotron di depan Kantor Kejati Lampung.

"Pencarian terus dilakukan," paparnya.

Penambahan dua DPO terbaru pada perkara korupsi adalah BUMD Provinsi Lampung Jasa Utama (LJU). Berkas Perkara tersebut sudah siap untuk didaftarkan ke PN Tipikor Tanjungkarang.

"Awal Februari berkas dakwaan dilimpahkan, sidang akan berjalan in absentia, tetapi semua DPO tetap dikejar," paparnya.

 

Dikutip dari data Kejati Lampung, berikut adalah daftar DPO Tipikor; 

1. Lukmanuddin, terpidana korupsi program Bantuan Langsung Mandiri Pemberdayaan Usaha Mina Perdesaan (BLM-PUMP) di Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bandar Lampung tahun 2012

2. Toni Haryanto, Direktur CV Adi Sejahtera, terpidana kasus korupsi rehabilitasi sarana dan prasarana pasar los terbuka empat unit Pagelaran, Pringsewu tahun 2011 dengan kerugian negara sebesar Rp76 juta

3. Rozaki Lukman Habib, sekretaris PNPM Mandiri Pedesaan Kecamatan Kelumbayan, Tanggamus yang terjerat kasus pengelolaan dana simpan pinjam perempuan tahun 2015-2016.

4. Awaluddin, Bendahara Pengeluaran Panwaslu Lampung Tengah (Lamteng), penilap sisa dana uang persediaan Pilpres 2009 sebesar Rp249,9 juta

5. Endang Pristiwati, pegawai BRI Kanca Bandarjaya, Lamteng pelalku korupsi senilai Rp2 miliar pada 2006

6. Husri Aminudin, terpidana korupsi buku di Dinas Pendidikan Lamteng pada 2010 dengan kerugian negara mencapai Rp9,6 miliar

8. Muhammad Azhari, tersangka perkara korupsi pekerjaan drainase Dusun I, Kampung Linggapura, Lamteng pada 2016

7. M Roil, Ketua Kelompok Tani Bumiagung, Tanggamus, terpidana korupsi penyalahgunaan kegiatan pengembangan integrasi tanaman ruminisia tahun 2012  

8. Andi Jauhari Utama, tersangka korupsi BUMD Provinsi Lampung, PT Lampung Jasa Utama (LJU)

9. Alex Jayad tersangka korupsi BUMD Provinsi Lampung, PT Lampung Jasa Utama pada 2016-2018

 

Sedangkan daftar DPO Tipidum adalah;


1. Susanti Putri, terpidana perkara penggelapan tahun 2012 dengan hukuman pidana penjara 15 tahun

2. Basais Utomo, pelaku pidana penggelapan sertifikat dalam keluarga dengan kerugian korban mencapai Rp2 miliar

3. Sugan Sukiandjojo, pelaku pidana penggelapan sertifikat dalam keluarga dengan kerugian korban mencapai Rp2 miliar

4. Haidar Tihang, pelaku tindak pidana penyerobotan tanah pada 2015 dengan vonis 10 bulan

5. Johanes Bresman, pelaku pidana asusila anak di bawah umur dengan vonis delapan tahun pada 2017

6. Akhmad Azani, tersangka tindak pidana penyewaan tanah bukan haknya dan melanggar Pasal 385 ayat (4) KUHP

7. Eko Santoso  tersangka tindak pidana asusila

8. Aldinal, tersangka tindak pidana pembunuhan dan melanggar Pasal 340 KUHP pada 2012

9. Adam, melanggar Pasal 335 KUHP

10. Agra Libo terdakwa penyalahgunaan narkoba pada 2020
 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar