#POLITIK

9 dari 18 Parpol yang Lolos Verifikasi Administrasi Bakal Diverifikasi Faktual

( kata)
9 dari 18 Parpol yang Lolos Verifikasi Administrasi Bakal Diverifikasi Faktual
Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- KPU RI telah mengumumkan hasil verifikasi adminsitrasi partai politik, calon peserta Pemilu  anggota DPR dan DPRD tahun 2024.

Hasil tersebut berdasarkan pengunguman KPU RI nomor 9/PL/01.1-pu/05/2022, yang ditandatangani Ketua KPU RI Hasyim Asyari pada 14 Oktober 2022.

Dari 24 partai, ada 18 partai dinyatakan lulus verifikasi administrasi. Paratai-partai tersebut adalah

1. PDI P

2. PKS

3. Perindo

4.  Partai NaSDem

5. PBB

6. Partai Kebangkitan Nusantara

7. Partai Garda Perubahan Indonesia

8. Partai Demokrat

9. Partai Gelora

10. Partai Hanura

11. Partai Gerindra

12. PKB

13. PSI

14. PAN

15. Partai Golkar

16. PPP

17. Partai Buruh

18. Partai Ummat

Nantinya, partai yang akan dilakukan verifikasi faktual se-Indonesia, termasun Lampung  yakni:

 

1. PBB

2. Partai Buruh

3. Partai Garda Perubahan Indonesia

4. Partai Gelora

5.  Partai Hanura

6. Partai Kebangkitan Nusantara

7. Partai PSI

8. Perindo

9. Parta Ummat

Terhadap proses verifikasi parpol di Lampung, KPU Provinsi Lampung, masih menunggu hasil dari KPU RI, termasuk proses verfikiasi faktual parpol oleh KPU RI melalui KPU Lampung, dan KPU 15 Kabupaten/kota yang akan berlangsung pada 15 oktober sampai 4 november 2022

"Kami menunggu hasil KPU RI dari Sistem Informasi Partai Politik (Sipol)," ujar Komisioner KPU Bidang Teknis Penyelenggara Ismanto, Jumat, 14 Oktober 2022.

Sementara, Ketua DPW Partai Gelora Lampung Samsani Sudrajat, siap menyambut proses verifikasi faktual, paska partainya dinyatakan lolos oleh KPU RI.

"Kami siap diverifikasi, pengurusan kami DPD ada di 15 kabupaten/kota, meski cuma 12 DPD yang kami daftarkan untuk divermin, (syarat minimal)," kata dia.

Selain itu, terkait struktur pengurus, hingga keterwakilan perempuan 30% sebagai syarat verifikasi faktual pun telah disiapkan. "Insya Allah tanpa kendala nanti," katanya.

Deni Zulniyadi








Berita Terkait



Komentar