#unila#SK#dosen

87 CPNS Tenaga Pendidik dan Dosen Unila Menerima SK

( kata)
87 CPNS Tenaga Pendidik dan Dosen Unila Menerima SK
Rektor Universitas Lampung, Hasriadi Mat Akin secara seremonial menyerahkan Surat Keputusan (SK) Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi tentang pengangkatan calon pegawai negeri sipil di Aula Gedung Rektorat Lantai 2, Rabu (12/6/2019). (Lampos

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- 87 orang calon pegawai negeri sipil tenaga pendidik dan dosen di Universitas Lampung Gelombang 1 tahun akademik 2018/2019 diberikan Surat Keputusan (SK) Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) di Aula Gedung Rektorat Lantai 2, Rabu (12/6/2019). 
 
Hal tersebut juga sesuai dengan SK Menristek Dikti Nomor: 6633/M/KP/2019 tentang pengangkatan calon pegawai negeri sipil dilingkungan Kementerian Riset, Tenologi, dan Perguruan Tinggi dengan unit kerja Universitas Lampung. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2019 diangkat sebagai calon pegawai negeri sipil.  
 
Rata-rata ASN tersebut dengan golongan III/b mendapat gaji pokok setiap bulan sejumlah Rp2.560.600. Namun gaji itu belum penuh, karena masih menerima sebesar 80% dari gaji pokok tersebut yakni Rp2.048.480. 
 
Rektor Universitas Lampung, Hasriadi Mat Akin mengatakan para CPNS ini merupakan harapan baru dan generasi penerus Unila selanjutnya. Ada 144 orang yang diterima oleh unila, namun digelombang pertama ini baru 87 orang yang diberikan SK, sisanya akan diberikan pada gelombang kedua. 
 
"Saya berharap saudara harus segera menempatkan posisi. Saat ini unila berasa di rangking 21 besar perguruan tinggi se-Indonesia. Ke depan saudara harus terus menimba ilmu sampai keluar negeri," katanya dalam pengarahannya. 
 
Kemudian ia mengatakan para dosen dan tenaga pendidik ini harus mampu berkorelasi positif untuk terus menghasilkan karya Tri Dharma Perguruan Tinggi. Unila juga membuka ruang seluasnya untuk membekali diri dalam tugas belajar sampai keseluruh dunia, berkarya dan meraih ilmu di dunia internasional. 
 
"Saya juga berharap saudara terus membangun dunia riset dan menjadi fasilitator generasi milenial saat ini," katanya. 
 

 

Triyadi Isworo



Berita Terkait



Komentar