#fogging#demamberdarah#dbd#beritalamtim

84 Warga Lampung Timur Terjangkit DBD

( kata)
84 Warga Lampung Timur Terjangkit DBD
Ilustrasi. Foto: Dok/Merdeka.com

SUKADANA (Lampost.co) – Meski musim kemarau, serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) terhadap warga di Kabupaten Lamtim ternyata masih terus bermunculan. Terbukti selama kurun waktu tiga bulan (Juni--Agustus 2019) tercatat 84 warga Lamtim terjangkit penyakit DBD.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamtim, Nur Syamsu, menjelaskan meski musim kemarau serangan penyakit DBD masih harus tetap diwaspadai oleh warga. Sebab, musim kemarau bukan merupakan jaminan bahwa serangan nyamuk pembawa penyakit DBD terhadap warga berhenti. Walaupun selama ini penyakit berbahaya yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypty itu memang marak muncul menyerang warga pada musim hujan atau musim pancaroba.

“Mungkin selama ini warga hanya mengetahui atau mengira bahwa serangan penyakit DBD itu hanya marak muncul menyerang warga pada saat musim hujan atau pancaroba saja. Padahal kondisi munculnya serangan penyakit DBD itu sekarang sebenarnya tidak demikian,” kata Nur Syamsu, Rabu, 18 September 2019.

Sebab lanjut Nur Syamsu, serangan penyakit DBD itu harus terus menerus diwaspadai oleh warga. Meski musim kemarau serangan penyakit yang cukup berbahaya tersebut tetap saja muncul.

Ke-84 warga Lamtim yang diserang penyakit DBD itu secara perinci yaitu pada Juni 2019 tercatat sejumlah 34 orang yang tersebar di delapan kecamatan. Kemudian pada Juli 2019 sejumlah 29 orang warga yang tersebar di tujuh kecamatan yang diserang DBD. Lalu pada Agustus 2019 tercatat sejumlah 21 warga tersebar di delapan kecamatan yang diserang penyakit berbahaya tersebut.

Sementara untuk membantu warga menanggulangi dan menekan serangan penyakit DBD tersebut, kata Nur Syamsu, pihaknya disamping melakukan sosialisasi juga melakukan penyemprotan atau fogging di lokasi yang dinilai sangat rawan. “Beberapa langkah itu sudah kami lakukan untuk menekan serangan penyakit DBD tersebut,” katanya.

Namun tambah dia, selain beberapa langkah yang telah dilakukan itu, pihaknya juga meminta agar warga Lamtim tetap waspada. "Artinya jangan lengah dan terus menjaga sanitasi lingkungan termasuk 3M plus dan proteksi diri,  sebab meski musi kemarau serangan penyakit DBD masih tetap saja muncul," ujarnya.

Djoni Hartawan Jaya



Berita Terkait



Komentar