#feature#lumpuh

8 Tahun Lumpuh Akibat Racun Rumput, Warga Ngambur Butuh Bantuan

( kata)
8 Tahun Lumpuh Akibat Racun Rumput, Warga Ngambur Butuh Bantuan
Kondisi Aman (40), warga Pesisir Barat, yang hanya bisa terbaring akibat terminum racun pembasmi rumput. (Foto:Lampost/Yon Fisoma)


KRUI (Lampost.co)--Akibat lupa menenggak cairan racun  pembasmi rumput (herbisida) beberapa tahun lalu, kini Aman (40), warga Pemangku Sukajadi, Pekon Gedung Cahya Kuningan, Kecamatan Ngambur, Pesisir Barat, lumpuh dan hanya bisa terbaring.

Cobaan yang dihadapi Aman cukup tragis, ia harus menjual kebunnya untuk berobat, bahkan harus kehilangan istri dan anaknya yang memilih untuk mencari kehidupan lain.

Aman mengisahkan delan tahun lalu dirinya tengah membersihkan rumput di kebun dengan menyemprotkan racun rumput. Kala istirahat, ia merasa haus dan lupa meminum cairan pembasmi rumput di dalam botol minum, hingga ia keracunan di kebun.
Tetanggaya yang kebetulan ke kebun mendapati Aman yang telah tergeletak, lalu dibawa ke rumah sakit. Mendapati perawatan selama 15 hari di rumah sakit, kondisi Aman tak kunjung membik, hingga akhirnya melakukan perawatan di rumah. Ia mengalami lumpuh di bagian pinggang hingga ke kaki, hanya mampu duduk 30 menit saja, selebihnya terbaring.
Untuk pengobatannya sudah dilakukan baik medis maupun pengoobatan alternatif, tetapi tak membuahkan hasil. Bahkan harta bedanya telah habis dijual.
Aman pun kita hidup ditopang sang adik, Darman (16) dan ibunya Komah (60), tinggal di gubuk sederhana hasil swadaya peratin dan warga setempat
 
Sang adik terpaksa putus sekolah karena harus menjadi tulang punggung keluarganya, menjadi buruh sawit.

Informasi warga yang kesulitan ini sampai ke Kapolres Lampung Barat AKBP Hadi Saepul Rahman. Ia  bersama jajaran Kapolsek, Kepala Puskesmas Ngambur dan juga Pemerintah Desa setempat menyambangi Aman sesuai dengan taqline Kapolda Lampung 'Jiwa Penolong'.

Kapolres bersama rombongan menyapa Aman dan keluarga yang terbaring lemah di tempat tidur sambil memberikan bantuan berupa sembako dan biaya pengobatan bagi Aman.

"Tujuan kami hari ini yaitu untuk membesuk warga kita bapak Aman yang sudah lama mengalami sakit lumpuh dan kondisinya sangat memperihatinkan, hal ini merupakan kewajiban kita dalam melihat kondisi masyarakat tersebut dan memberikan bantuan sesuai dengan apa yang bisa kita bantu," kata Kapolres, Jumat, 4 Maret 2020.

Hadi menjelaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak puskesmas juga pemerintah pekon (desa) untuk mengurus BPJS dan persyaratan pengobatan lainnya serta akan memonitor langsung kesehatan Aman untuk selanjutnya jika memungkinkan akan dirujuk ke RS yang fasilitasnya memadai.

Sementara Kepala UPTD Puskesmas Ngambur dr. Ahyar mengatakan pihaknya akan memastikan terlebih dahulu penyebab kelumpuhan yang diderita Aman untuk menentukan langkah pengobatan selanjutnya.

"Secara umum keadaan Bapak Aman normal dan baik, hanya saja terdapat kelemahan pada lengan dan tungkai, yang disebabkan karena saraf, nah itu akan kita pastikan dahulu apakah itu berasal dari saraf pusat atau saraf tepi harus ada pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan langkah pengobatan selanjutnya," kata dia.

Sri Agustina







Berita Terkait



Komentar